Bupati Ela Pastikan Siswa-siswi Tidak Ada Lagi Yang Keracunan Dari Makanan Bergizi Gratis Dan Tidak Terulang Kembali

| π•Ώπ–Šπ–—π–Žπ–’π–†π–π–†π–˜π–Žπ– π•΅π–†π–‰π–Ž π•»π–Šπ–’π–‡π–†π–ˆπ–† π•Ύπ–Šπ–™π–Žπ–†.

Klik Gambar

Lampung Timur-Halopaginews.com- Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah meminta agar orang tua siswa tak perlu takut dan was was dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pasca kejadian keracunan puluhan siswa usai santap MBG beberapa hari yang lalu.

Hal itu disampaikan kepada awak media usai menghadiri Pelantikan Pengurus Daerah Pemuda Muhammadiyah di Aula Rumah Bupati setempat.

“Untuk para orang tua murid tak perlu takut dan was – was, Pemerintah Lampung Timur telah mendampingi dan juga memastikan semoga tak ada lagi keracunan makanan.

Baca Juga :  Ini Pesan Dandim 0429/Lamtim Pada Saat Mengunjungi 15 Koramil Jajaran

Harus percaya kepada Pemerintah program MBG ini bagus untuk dijalankan yang memberikan asupan gizi dan menggerakkan perekonomian Rakyat”,jelas Ela Siti Nuryamah Bupati Lamtim, Selasa (30/09/25).

Menurutnya ada beberapa langkah yang dijalankan untuk mengantisipasi agar kejadian tersebut tak terulang kembali.

“Kita telah berkoordinasi dengan Forkopimda serta Satgas MBG, akan melakukan secara menyeluruh, kehigenisan, metode pengolahan makanan dan mengontrol ketat SPPI yang ada SP PG yang ada di Lampung Timur serta pemilihan makanan yang sesuai SOP , jangan yang cepat basi, cepat saji dan memberdayakan sumber daya lokal ditempat masing – masing “, tuturnya.

Baca Juga :  Bupati Lampung Timur Dukung Program Jaksa Sahabat Nelayan, Komitmen Kawal Aspirasi Pesisir

Lebih lanjut Bupati Ela juga telah memerintahkan Camat di masing-masing kecamatan untuk turun langsung memantau dan mengawasi MBG.

” Sudah ada beberapa laporan dari camat -camat dari kecamatan masing-masing hasil dari mereka mengontrol secara langsung Makan Bergizi Gratis”, pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan ada kecenderungan orang tua murid di Lampung Timur melarang anak – anaknya untuk menyantap MBG di sekolah, karena ada rasa ketakutan dan was – was dengan beberapa kejadian siswa yang keracunan. (*)

Dilaporkan oleh : Redaksi Umum