Klik Gambar

Lampung-Halopaginews.com- Doktor Alfian Yusuf Helmi adalah seorang Diplomat Senior dan Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) Putra Asli Daerah Lampung Pepadun berasal dari Buai Kunang tepatnya Desa Aji Kagungan Kecamatan Abung Kunang Kabupaten Lampung Utara Provinsi Lampung, menukil artikel id.wikipedia.
Ia pernah ditugaskan menjadi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia di beberapa negara diantaranya Swiss, Takhta Suci (Vatikan), Australia dan Jerman Barat.
Doktor Alfian Yusuf Helmi lahir di Kota Bumi, Lampung, Hindia Belanda pada, 15 Juni 1916 silam. Meninggal dunia di usia 74 tahun di Jakarta Selatan, Indonesia tepatnya pada, 3 Maret 1991.
Almamater: Universitas Istanbul American University of Beirut.
Pekerjaan: Diplomat.
Organisasi: Indonesia Moeda.
Istri: Ayse Zerrin Helmi.
Anak : 3 orang
– Rio Helmi
– Fatimah Kunang Helmi
Riwayat Hidup. Alfian Yusuf Helmi lahir di Desa Aji Kagungan Kecamatan Abung Kunang Kabupaten Lampung Utara pada, 15 Juni 1916. Ia berdarah asli Lampung Abung Pepadun bermarga Buay Kunang.
Pendidikan. Dr. Alfian Yusuf Helmi menempuh pendidikan dasar di Sekolah Desa dan Sekolah Melayu (1918-1923). Ia masuk ke H.I.S. di Teluk Betung dan Jakarta (1923-1930). Dr. Helmi mengikuti pendidikan menengah di MULO Jakarta dan Bandung (1930-1934).
Dr. Helmi berangkat ke luar negeri pada tahun 1934 untuk menempuh pendidikan barunya. Ia memulai pendidikan tinggi di American University of Beirut, Lebanon (1934-1935).
Di tahun yang sama (1935), ia masuk ke Scots College di Safad, Palestina untuk mengikuti matrikulasi agar dapat diterima di London School of Economics.
Dari tahun (1936-1937) ia mengikuti ujian matrikulasi di English School Alexandria. Kemudian, ia memperoleh kesempatan untuk mempelajari ilmu ekonomi di Fakultas Ekonomi Universitas Istanbul Turki (1937-1944).
Bertugas Sebagai Diplomat dan Duta Besar. Dr. Alfian Yusuf Helmi resmi bergabung dengan Departemen Luar Negeri RI.
Setelah dilantik oleh Presiden Soekarno pada tahun 1951, jabatan diplomatik pertama yang ia pegang adalah sebagai Duta Luar Biasa dan Menteri Berkuasa Penuh RI untuk Konfederasi Swiss, berkedudukan di Bern (1952-1955).
Selesai menjabat menjadi Dubes RI untuk Konfederasi Swiss, Dr. Helmi kembali dilantik menjadi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI di beberapa negara, diantaranya adalah;
Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Takhta Suci, berkedudukan di Kota Vatikan (1954-1955) Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Australia (merangkap Selandia Baru), berkedudukan di Canberra (1956-1961) Sepulang dari penempatan ketiga di Australia, Dr. Helmi kembali bertugas di Departemen Luar Negeri RI dari tahun (1961-1966) sebagai Direktur Direktorat Ekonomi, Direktur Direktorat Amerika Utara dan Ketua Delegasi Perundingan Indonesia-Jepang.
Dari tahun 1967 sampai 1969, Dr. Helmi telah memasuki Masa Persiapan Pensiun. Jabatan diplomatik terakhir yang ia pegang adalah sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Republik Federal Jerman (Jerman Barat), berkedudukan di Bonn (1967-1969).
Meninggal Dunia. DR. Alfian Yusuf Helmi menderita sakit yang cukup lama, sehingga wafat usia 74 tahun di Jakarta Selatan Indonesia pada, 3 Maret 1991.
Beliau dimakamkan di tempat pemakaman keluarga (TPK) di Desa Aji Kagungan Kecamatan Abung Kunang Kabupaten Lampung Utara kampung halamannya.
Referensi. Diplomasi dari Desa ke Kota, Kota Dunia (buku karya: Dr. Alfian Yusuf Helmi).
Pranala Luar. Diplomasi dari Desa ke Kota, Kota Dunia/ Alfian Yusuf Helmi.
Jabatan Diplomatik. Jabatan baru selaku Duta Besar Indonesia untuk Swiss tahun 1952-1955, diteruskan oleh Ahmad Soebardjo.
Di dahului oleh Djumhana Wiriaatmaja, selaku Duta Besar Indonesia untuk Takhta Suci Vatikan 1954-1955, diteruskan oleh Bambang Soegeng.
Di dahului oleh R.H Tirtawinata, selaku Duta Besar Indonesia untuk Australia 1956-1961 diteruskan oleh Suadi Suromiharjo.
Di dahului oleh Lukman Hakim, selaku Duta Besar Indonesia untuk Jerman 1967-1969 diteruskan oleh Yusuf Ismail.
Hi. Syobirin Kunang Ketua Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL) Propinsi Lampung menuturkan, selain Marsdya (Purn) TNI AU Rio Mendung, ada juga Dr. Alfian Yusuf Helmi Dubes, Oesman Jusuf Helmi dan Kapten Ahmad Ibrahim pemilik Rumah Daswati sebagai tokoh-tokoh Lampung asal dari Desa Aji Kagungan Kecamatan Abung Kunang.
“Kalau mau ngumpulkan data-data orang kita Buai Kunang yang karirnya muncul kepermukaan, kamu cari Doktor Alfian Yusuf Helmi itu Dubes anak kakek Hi. Yusuf. Kalau ada koneksi untuk ngurus dia bisa jadi Pahlawan Nasional,” terang Syobirin Kunang.
“Waktu Alfian jadi Dubes pertama Adam Malik itu lagi jadi Wartawan, ada juga keluarga kita Oesman Jusuf Helmi yang jabatannya setingkat dengan Kapolri Muhammad Hasan, itu kalau mau cari data orang kita Buai Kunang yang ada nama tapi hilang sekarang,” jelas Ketua Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL) Propinsi Lampung itu.
“Doktor Alfian Yusuf Helmi itu Doktor pertama di Propinsi Lampung, sebelum Doktor Sinta Ana Pramita. Setelah itu, Rumah Daswati Propinsi Lampung di Jl. Tulang Bawang itu punya Kapten Ahmad Ibrahim,” imbuhnya.
“Kapten Ahmad Ibrahim jaman Belanda itulah pemilik Rumah Daswati pertama di Propinsi Lampung yang mau dijadikan Museum situs cagar budaya, istri Kapten Ibrahim orang Buai Kunang anak kakek Hi. Yusuf Helmi,” kata Syobirin.
“Rumah Daswati (Daerah Swatantra Tingkat) tempat kumpul tokoh-tokoh Lampung merumuskan berdirinya Propinsi Lampung pisah dari Palembang Sumatera Selatan tahun 64,” pungkasnya meriwayatkan.(Ropian Kunang)