2 Warga Isolasi Mandiri: “Tolong” Perhatikan Hidup Kami

0
658
2 warga Dusun 4, di Lamtim jalani isolasi mandiri 14 hari di Balai Desa

Lampung Timur (HPN) – Dua warga rantauan dari Pati, Jawa Tengah, asal Dusun 4, mereka melakukan isolasi mandiri, di Dusun 5 Rt 16, bertempat di Balai Desa Tanjung Tirto, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur. Jum’at (29/05/2020).

Menurut keterangan Munjali, selaku warga Rt 16 Dusun 5, mengatakan, adapun kedua orang warga Dusun 4 yang pulang merantau yaitu, Wahyu Hariyanto (28), dan Wahyu Purwoko,
(43). Kedua orang tersebut pulang merantau dari Pati, Jawa tengah,
masuk isolasi tanggal (20/05/2020), saat dilakukan pengecekan suhu oleh Bidan Desa, Wahyu Hariyanto suhu 36,5, dan Wahyu Purwoko suhu 36,2, serta sudah dicek 7 hari yang lalu dari Bidan Puskesdes Desa Tanjung Tirto.

Lanjutnya, saat ini kedua warga itu sedang menjalani isolasi mandiri di Balai Desa Tanjung Tirto.

“Mereka selalu mengeluh setiap malam kepada saya, karena mereka ketahui jika didaerah lain kalau ada warga yang sedang melakukan isolasi mandiri itu pasti di urus, dan diperhatikan aparat desa.

Pasalnya, sudah 10 hari ini aparat desa datang cuma sekali, dan pihak kesehatan Puskesdes pun taunya di dunia maya yakni Facebook.” jelas Munjali.

Lanjutnya, Perangkat Desa dan Puskesdes datang sudah 7 hari, setelah itu tidak datang lagi untuk melakukan pengawasan atau mengontrol warganya yang sedang isolasi mandiri di Balai Desa setempat.

Baca Juga :  Personil Kodim 0429/Lamtim Akhiri Lagulbencal

“Seharusnya pihak perangkat desa memperhatikan, mengawasi warganya, yang sedang melakukan isolasi mandiri dibalai desa dan mau mematuhi peraturan protokol kesehatan pemerintah,” tambahnya.

Sedangkan menurut Wahyu Hariyanto (28), ia menuturkan, bahwa selama ia berdua dengan rekannya sepulang dari Pati, mereka langsung melakukan isolasi mandiri di Balai Desa. Sebab, jika dirumah takut beresiko. Lalu mereka izin dengan perangkat Desa Dusun 5, untuk isolasi mandiri di Balai Desa.

“Kami berdua langsung ke balai desa karena sudah izin sama perangkat desa dusun 5, membersihkan tempat dan untuk kebutuhan bahan pokok makanan kami dikirim dari pihak keluarga.” ujarnya.

Dari pihak Perangkat Desa dan tim medis Puskesmas, lanjut Wahyu Hariyanto. Belum kunjungan untuk mengecek, mengkontrol, tentang kondisi dirinya dan juga rekannya. Dan juga perangkat Desa cuma kontrol sekali, itupun sewaktu melakukan penyemprotan keliling Balai Desa, kemudian langsung pulang begitu saja. Menanyakan keadaan pun tidak. Parahnya lagi, pihak Desa tak memberikan APD berupa masker, dan hand sanitizer.

“Yang seharusnya kami diperhatikan oleh aparat desa dan tim puskesmas untuk diberikan perawatan pengawasan lebih ketat dijaga aparat desa.
Di daerah lain jika ada yang pulang merantau dari jakarta dan pulau jawa. Disuruh laporan aparat desa masing-masing untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari, kami pun mengikuti anjuran protokol kesehatan agar saling menjaga terdampaknya pandemi virus covid-19,” keluh Wahyu.

Baca Juga :  Hasil Quick Count, Paslon Dawam Raharjo-Aswar Hadi Unggul

Wahyu berharap, agar pihak Desa dapat memperhatikan dan aktif mengontrol selama 14 hari, “Jangan sampai ada efek pembiaran dari perangkat desa,” harapnya.

Mewakili pihak Puskesdes Bidan Desa Tri Mila Martalia akhirnya mendatangi warganya yang sedang isolasi di Balai Desa tersebut, yang sudah menjalani isolasi mandiri berjalan 7 hari nya, karena mendapati informasi dari media sosial (medsos) Facebook, bahwa warganya ada yang di isolasi, lalu ia menghubungi Perangkat Desa untuk mengecek warga itu apakah sudah sehat atau belum.

Lanjutnya, di Balai Desa masing-masing daerah sudah disiapkan rumah isolasi buat warga yang pulang merantau dari luar daerah, atau luar provinsi yang zona merah dan luar negeri.

“Harus mematuhi peraturan protokol kesehatan. Untuk mengisolasi diri pencegahan, penanganan terjangkitnya Virus Corona,” tutup Tri Mila Martalia. (Eko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here