Klik Gambar

Lampung Timur-Halopaginews.com-Bangunan Mushola Al-Ikhsan di kompleks pusat perbelanjaan Sukadana di Jalan Soekarno-Hatta Pasar Sukadana Kecamatan Sukadana yang layak sangat diharapkan oleh para pedagang dilengkapi dengan fasilitas pendukung.
Hal itu disampaikan oleh Hasnah (42) sebagai pedagang pakain sekaligus jama’ah Mushola Al-Ikhsan yang secara kebetulan lokasi tokonya berdekatan dengan Mushola Al-Ikhsan tersebut.
Hasnah mengeluhkan air wudhu yang bersumber dari sumur bor berwarna kekuningan. Hal itu diduga tandon tidak rutin dikuras menyebabkan berlumut dampak terkena sinar matahari.
“Airnya kuning, kita nyoba hidupin air langsung dari pipa bawah (tandon) itu airnya jernih jadi ngambil air wudhu dari situ, tapi kalau lewat kran nggak berani (kotor) intinya ganti tower (tandon) aja,” keluh Hasnah saat dijumpai di tokonya pada Rabu, 21 Mei 2025 jam 09.30 WIB.
Ia membersihkan lantai ruang Mushola Al-Ikhsan dan mencuci mukena karena kebetulan lokasi Mushola Al-Ikhsan berada tepat didepan tokonya.
“Yang bersihin saya, ini aja kebetulan belum dibersihin, biasanya saya cuciin mukena-mukenanya, nyapu, ngepel lantai,” tuturnya.
Bangunan Mushola Al-Ikhsan tersebut memanfaatkan eks bangunan pertokoan perlengkapan pertanian.
“Bangunan Mushola ini awalnya warung, karena dari Dinas Pasar nggak boleh ada yang dagang didepan akhirnya dipindah ke belakang,” katanya.
Sehubungan toko tersebut tak dipakai, maka Hasnah mengusulkan kepada Ikhsan Enani (alm.) Korwil UPTD Pasar agar dijadikan Mushola.
“Kalau saya bisa usul sama pak Mantri dijadikan Mushola aja ketimbang bangunan itu nggak ada gunanya,” imbuhnya.
Semula bangunan pertokoan tersebut akan dijadikan tempat penjualan kebutuhan pertanian.
“Tadinya untuk warung obat-obatan keperluan pertanian karena dari Dinas Pasar nggak boleh ada pedagang yang didepan,” ujarnya.
Meskipun bangunan berukuran kecil namun dapat dimanfaatkan menjadi tempat ibadah yang bertepatan saat itu menjelang bulan suci Ramadhan.
“Bangunan itu kalau dirobohin sayang kalau saya boleh usul supaya buat Mushola, nggak apa-apa ukuran kecil yang penting bisa untuk sholat,” jelasnya.
Sedangkan untuk menuju ke Mushola Nurul Fallah diluar kompleks pertokoan jaraknya lebih kurang seratusan meter.
“Daripada kita jauh-jauh sholat kesana, mau puasa inikan bisa dimanfaatkan, apalagi posisinya didepan cuman ada kendala tower airnya,” terangnya.
“Makanya itu, karena disini nggak ada Mushola, kalau mau solat lari kedepan sana kejauhan kalau kita dari sini,” urainya.
Pedagang berharap bangunan Mushola dilengkapi fasilitas, akan tetapi belum terealisasi Ikhsan Enani Korwil UPTD Pasar Sukadana telah meninggal dunia.
“Banyak yang mau, satu itu kendalanya nggak ada tempat wudhunya, nanti kita jebol keburu orangnya nggak ada. Walau tempat wudhu nggak ditembok bisa ditutup pakai terpal dan gipsum,” paparnya.
Untuk sementara, eks bangunan toko tersebut hanya ditambah bangunan pada ruang mimbar dan atau pengimaman.
“Karena dijadikan tempat untuk sholat ditambah bangunan arah kiblat tempat pengimaman,” ulasnya.
Tak berlebihan sebelum direnovasi untuk sementara waktu jama’ah meminta agar supaya tandon air diganti dan dibuatkan kran tempat berwudhu.
“Nggak neko-neko pengen (ganti) tower sama satu selang dari kamar mandi (kantor Satpam) kesitu itu aja sebagai (permintaan),” pintanya.
Menurut Hasnah selama ini hanya dirinya yang menjaga kebersihan Mushola Al-Ikhsan secara rutin.
“Cuma kita berantem sama yang lain, saya yang beresin, ngebersihin, rapi, bagus semua, tapi yang lainnya jorok terus (cekcok) mulut kita (buat) dosa aja, satu lawan sepuluh kita tetap kalah,” tutup Hasnah.
Pedagang elektronik pemilik rumah dan toko (ruko), Yunus mengatakan bahwa Mushola Al-Ikhsan merupakan bangunan yang baru diresmikan terletak di belakang Pos Satpam.
“Dibelakang Kantor (Satpam) bangunan termasuk baru, dulu diresmikan buat Mushola (Al-Ikhsan),” kata Yunus.
Renovasi sejumlah ruko yang terdampak kebakaran pada, 17 Maret 2022 lalu telah diusulkan oleh Noval Ansori Korwil UPTD Pasar Sukadana ke Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Timur.
“Dari Pemda belum ada perbaikan, kata pak Mantri Pasar lagi diusulkan, saya pengennya cepet diservis,” harapnya. (Ropian Kunang)