Khidmat! PD Muhammadiyah Lampung Barat dan DKM An-Nur Sebarus Gelar Salat Idul Fitri 1447 H di Lapangan Terbuka

| π•Ώπ–Šπ–—π–Žπ–’π–†π–π–†π–˜π–Žπ– π•΅π–†π–‰π–Ž π•»π–Šπ–’π–‡π–†π–ˆπ–† π•Ύπ–Šπ–™π–Žπ–†.

Klik Gambar

Lampung Barat β€” Pimpinan Daerah Muhammadiyah bersama Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid An-Nur Sebarus menggelar Salat Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi di Lapangan Muhammadiyah Sebarus, Rabu pagi.20/3/2026

Salat Idul Fitri tersebut berlangsung khidmat dan diikuti oleh ratusan jamaah dari berbagai wilayah sekitar,di mulai pukul 07.00 WIB dan bertindak sebagai khatib, Yulian Sepri, S.Pd.I yang juga menjabat sebagai Ketua Korps Mubaligh Muhammadiyah Lampung Barat, sementara imam dipimpin oleh M. Faiz Ribbani.

Dalam khutbahnya, Ustaz Yulian Sepri mengajak seluruh jamaah untuk terus meningkatkan ketaatan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Ia menyampaikan bahwa Idul Fitri merupakan momentum untuk mengagungkan Allah SWT sekaligus mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan. Selain itu, Idul Fitri juga menjadi waktu yang tepat untuk memohon ampunan serta memperkuat keimanan.

Baca Juga :  Perdana Sudut Pandang Jurnalis Indonesia Menyapa Sekolah

β€œSekitar 30 hari yang lalu kita memulai ibadah Ramadhan tanpa mengetahui apakah kita akan kembali bertemu dengan Ramadhan di tahun berikutnya. Hal ini hendaknya menjadi pengingat agar kita tidak lalai,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menggambarkan suasana takbir yang kerap mengundang haru, mengingatkan akan kenangan dan orang-orang tercinta yang telah tiada.
Menurutnya, Idul Fitri juga mengajarkan pentingnya menghargai waktu, terutama saat berkumpul bersama keluarga. Oleh karena itu, selama masih diberikan kesempatan hidup, umat Islam diimbau untuk memanfaatkannya dengan memperbanyak ibadah kepada Allah SWT.

Baca Juga :  Satu Pekan Meninggalkan Rumah, Keluarga Berharap Feri Eko Pratama Segera Ditemukan

β€œSelagi waktu masih ada, mari kita perbaiki diri sebelum menghadapi kehidupan yang kekal abadi,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa sebaik-baik bekal dalam kehidupan adalah takwa, sebagaimana tujuan utama dari ibadah puasa yang diajarkan dalam Al-Qur’an.

Dalam penutup khutbahnya, ia mengajak jamaah untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, termasuk meneladani semangat anak-anak yang telah mampu berpuasa dan membaca Al-Qur’an sejak dini.

Selain itu, ia juga mengimbau kepada umat Islam yang belum maksimal menjalankan ibadah puasa dan salat selama Ramadhan agar segera bertaubat dan memperbaiki diri.

Dilaporkan oleh : Redaksi Umum