Koramil 411-12/Gunung Sugih Bersama Mitra Binaan Gelar Panen Raya Jagung NK Sumo

| π•Ώπ–Šπ–—π–Žπ–’π–†π–π–†π–˜π–Žπ– π•΅π–†π–‰π–Ž π•»π–Šπ–’π–‡π–†π–ˆπ–† π•Ύπ–Šπ–™π–Žπ–†.

Klik Gambar

Gunung Sugih-Halopaginews.com- Sinergitas antara TNI, Pemerintah Daerah, dan masyarakat petani kembali membuahkan hasil nyata. Hari ini, jajaran Koramil 411-12/GS Kodim 0411/KM bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah melaksanakan kegiatan Panen Raya Jagung di atas lahan seluas 3 Hektar yang berlokasi di Kampung Terbanggi Agung, Kecamatan Gunung Sugih. Rabu (18/02/2026)

Kegiatan ini menjadi bukti komitmen kuat Kodim 0411/KM dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, khususnya di wilayah binaan. Kemeriahan panen raya ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting sebagai bentuk dukungan terhadap kesejahteraan petani, diantaranya Kapten Inf Sukamto (Pasiter Kodim 0411/KM) mewakili Dandim 0411/KM Letkol Inf Noval Darmawan,S.H.,M.I.P., I Nyoman Gede S. (Kadis Ketahanan Pangan TPH Pemda Lamteng), Riza Aryansi, S.Pd.MM (Camat Gunung Sugih), Danramil 411-12/Gunung Sugih beserta anggota Babinsa, Aipda Nurman (Kanit Binmas Polsek Gunung Sugih) mewakili Kapolsek, Apriyan Arizaldi (Korluh Gunung Sugih) serta para anggota Stafter Kodim 0411/KM dan mitra petani jagung setempat.

Panen kali ini menggunakan varietas NK Sumo, yang dikenal di kalangan petani sebagai salah satu jenis jagung unggulan. Kapten Inf Sukamto menjelaskan bahwa pemilihan bibit ini bukan tanpa alasan. Beberapa keunggulan jagung NK Sumo meliputi, memiliki ukuran tongkol yang besar dan padat (muput), sehingga tonase yang dihasilkan sangat memuaskan. Juga bebih tahan terhadap serangan bulai dan busuk batang dan biji jagung berwarna merah mengkilap (orange-red) yang sangat diminati pasar dan pabrik pakan ternak serta NK Sumo terbukti sangat cocok dengan karakteristik lahan di wilayah Lampung Tengah.

Baca Juga :  Oknum Anggota DPRD Lamteng Diduga Tipu Dua Investor MBG, Uang Rp400 Juta Hilang Tidak Jelas

Keberhasilan panen ini disambut dengan penuh sukacita oleh warga dan mitra petani. Perwakilan petani di Terbanggi Agung menyampaikan bahwa kehadiran TNI dan Pemerintah Daerah di tengah sawah memberikan suntikan semangat baru bagi mereka.

“Kami sangat terbantu dengan pendampingan dari Bapak-bapak Babinsa dan dinas terkait. Dengan varietas NK Sumo ini, hasil panen kami jauh lebih melimpah dan kualitasnya bagus. Kami merasa tidak sendirian dalam berjuang memenuhi kebutuhan pangan,” ujar salah satu mitra petani dengan wajah sumringah.

Sementara itu, Kadis Ketahanan Pangan TPH Lamteng, I Nyoman Gede S., menegaskan bahwa kolaborasi ini akan terus berlanjut guna memastikan Lampung Tengah tetap menjadi salah satu lumbung pangan yang tangguh di Provinsi Lampung.

“Jagung NK Sumo ini memiliki usia tanam yang sangat ideal, yakni sekitar 100 hingga 115 hari sudah bisa dipanen. Ini sangat menguntungkan karena petani bisa lebih cepat melakukan perputaran lahan untuk musim tanam berikutnya,” jelas I Nyoman Gede S.

Baca Juga :  Temuan Tahun Anggaran 2022 Dinkes Pringsewu Diminta BPK Kembalikan Kerugian Negara

Terkait hasil panen di lahan Terbanggi Agung yang mencapai rata-rata 7 ton per hektar, Kadis menegaskan bahwa angka tersebut masuk dalam kategori sangat bagus. “Untuk rata-rata nasional lahan jagung, pencapaian 7 ton per hektar itu sudah di atas standar. Ini menandakan pemeliharaan yang dilakukan petani bersama Babinsa sangat optimal, terutama dalam hal pemupukan dan penanganan hama,” tambahnya.

Keberhasilan panen raya ini tidak lepas dari peran aktif Babinsa Koramil 411-12/Gunung Sugih yang terus melekat di lapangan. Salah satu warga pemilik lahan mengungkapkan kekagumannya terhadap dedikasi TNI di desa mereka.

“Kami merasa sangat terbantu karena Pak Babinsa tidak hanya datang saat panen saja, tapi aktif mendampingi sejak awal olah lahan, penyemaian bibit, hingga kami kebingungan soal pupuk pun mereka ikut mencarikan solusi. Rasanya lebih semangat menanam kalau didampingi Bapak-bapak TNI, mereka tidak segan ikut kotor-kotoran di sawah bersama kami,” ungkap salah satu warga setempat dengan haru.

Sinergi antara teknis pertanian dari penyuluh dan pendampingan moril dari Babinsa terbukti menjadi formula sukses dalam meningkatkan hasil bumi di Kampung Terbanggi Agung. (*)

Dilaporkan oleh : Redaksi Umum