Lagi-Lagi!! Penambang Galian C diduga Ilegal di Amankan Satreskrim Polres Lampung Utara

Foto,Lagi-Lagi!! Penambang Galian C diduga Ilegal di Amankan Satreskrim Polres Lampung Utara

| π•Ώπ–Šπ–—π–Žπ–’π–†π–π–†π–˜π–Žπ– π•΅π–†π–‰π–Ž π•»π–Šπ–’π–‡π–†π–ˆπ–† π•Ύπ–Šπ–™π–Žπ–†.

Klik Gambar

Lampung Utara-(HPN)- Setelah beberapa waktu lalu unit Tipidter Satreskrim Polres Lampung Utara memproses hukum dua orang penambang galian C (tanah), kali ini kembali diamankan dua orang terduga penambang galian C (pasir).

Keduanya yakni AM (47) selaku pemilik lokasi warga desa Pagar Gading Kecamatan Blambangan Lampung Utara dan GND (50) pemilik mesin sedot warga desa Pagar Gading Kecamatan Blambangan.

Selain mengamankan terduga pelaku aparat juga mengamankan barang bukti berupa 1 (satu) unit kendaraan truck Colt Diesel No.Pol BE 8294 NP bermuatan pasir, 1 (satu) unit mesin Alkon penyedot air, 4 (empat) unit skop dan uang tunai Rp 250.000 (Dua Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah)

Baca Juga :  Pasca Bebas Menjalani Hukuman di Lapas, Seorang Terduga Pelaku CURAT di Ciduk Polisi

Hal ini dikatakan Kasat Reskrim AKP Eko Rendi Oktama S.H mewakili Kapolres Lampung Utara AKBP Kurniawan Ismail S.H.,. S.I.K., M.IK. pada Rabu (06/10/2021)

Ujar Kasat” kedua terduga pelaku kami amankan saat mereka melakukan aktifitasnya di lokasi aliran sungai way pengubuan Dusun Gedung Jaya Desa Pagar Gading Kecamatan Blambangan Kab. Lampung Utara pada hari Senin 4 Oktober 2021

Modus operandi yang dilakukan, pelaku melakukan penambangan galian C (pasir) dengan cara menyedot pasir di pinggiran sungai hingga membentuk lubang-lubang menggunakan mesin penyedot (diesel) merk NP 27 HP dan Alkon penyedot air, kemudian pasir disedot naik keatas dan ditempatkan di keranjang, setelah terkumpul selanjutnya dinaikan kedalam bak truck “tuturnya

Baca Juga :  Bupati Lampung Utara H.Budi Utomo S.E.,M.M., Sambut Berdirinya Pondok Pesantren Alkarim Rasyid Indonesia

Saat ini kedua terduga pelaku berikut barang bukti telah diamankan di Mapolres dan tengah kita lakukan proses pemeriksaan

Mereka dapat dijerat melanggar UU Nomor 4 Tahun 2020 tentang perubahan atas UU Nomor 3 Tahun 2009 yang megatur tentang pertambangan mineral dan batubara dengan ancaman pidana 5 tahun “imbuh AKP Eko Rendi. (*)

Dilaporkan oleh : Redaksi Umum