Klik Gambar

Lampung Timur-Halopaginews.com- Semasa Najiullah Syarif (61) menjabat Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lampung Timur tahun 2018 diduga pinjam tangan tujuan pinjam uang untuk membiayai kebutuhannya dengan nilai mencapai Rp.80 juta.
Hal itu diungkapkan langsung oleh Agus Indra (63) warga Jl. Soekarno-Hatta Desa Mataram Marga Kecamatan Sukadana Kabupaten Lampung Timur sebagai perantara atau korban.
Bahkan, karena sering ditagih oleh para pemilik uang, maka sebagai bentuk tanggungjawabnya, Agus Indra terpaksa menyerahkan barang-barang perabotan dirumah miliknya.
“Itu barang-barang perabotan dirumah diambil orang, mereka nanya uang yang Kamu (Najiullah Syarif) pakai untuk ngasih Basrul Rp.30 juta. Paket dengan nilai Rp.400 juta nggak ada setoran, sama ngasih salah satu Ketua LSM Rp.30 juta,” demikian bunyi chat Agus kepada Najiullah diteruskan kepada Wartawan media ini.
Selain itu, terdapat pihak dari Bandar Lampung akan melakukan aksi demo di Dinas PUPR Lampung Timur, kemudian Agus Indra diperintahkan oleh Najiullah Syarif mencari pinjaman uang.
Akhirnya, Agus Indra mendapatkan uang Rp.20 juta yang dipinjam dari 2 orang sahabatnya Aminudin dan Yanto.
“Ditambah lagi karena orang dari Bandar Lampung mau demo di Dinas PUPR Lampung Timur. Saya disuruh Kamu cari pinjaman uang lagi karena untuk pakai biaya makan, minum dan rokok orang ramai yang di suruh jaga di perempatan lampu merah dan di Kantor Dinas PUPR lebih kurang Rp.20 juta, yang ngasih pinjaman uang teman saya Aminuddin dan Yanto,” urainya.
Ketika Agus Indra nagih Najiullah Syarif dirumahnya di Kota Sepang Bandar Lampung pada bulan Oktober 2025, Najiullah Syarif berjanji kembalikan uang Rp.80 juta itu setelah anaknya nikah pada Senin, 3 November 2025 lalu.
“Waktu saya menemui Kamu (Najiullah Syarif) dirumah, Kamu ngasih Saya uang Rp.500,000 untuk beli minyak mobil. Kata Kamu dengan saya, sabar dulu dik, tunggu dulu keponakanmu mau dilamar. Saya tanya kapan waktu acara lamaran keponakan itu, ya belum tau entah kapan waktu keponakanmu mau dilamar,” papar Agus sembari meniru ucapan Najiullah.
Najiullah Syarif akan berusaha untuk mengembalikan uang sebesar Rp.80 juta yang dipinjamnya tersebut.
“Kami minta tolong dengan Kamu kalau acara lamaran keponakan sudah selesai, uang orang yang Kamu pinjam itu dikembalikan karena orang udah nagih terus, (jawab Najiullah Syarif) “TETAP SAYA USAHAKAN dik,” harap Agus Indra kepada Najiullah Syarif.
Setelah anak Najiullah Syarif dilamar dan menikah pada Senin, 3 November 2025, Agus Indra bersama Ferry temannya nagih namun Najiullah Syarif tidak menemui.
“Setelah saya dengar anak Naji sudah dilamar, acara pesta perkawinan dan acara begawi selesai saya sama Fery bawa motor ke Kota Sepang Jaya ke rumah Naji,” imbuhnya.
“Sesampai di belakang garasi mobil Naji keluar seorang ibu dari garasi, saya datangin ibu itu, permisi bu saya mau nanya apakah pak Naji ada dirumah atau ngak, lalu dijawab oleh ibu itu, ya ada, pak Naji didalam rumah terus,” paparnya.
“Saya duduk diwarung belakang garasi, nggak lama keluar seorang anak muda laki-laki. Dik tolong sampaikan sama pak Naji saya mau ketemu, lantas anak laki-laki itu nanya, om dari mana, saya jawab bilangin sama pak Naji, Agus Indra dari Sukadana mau ketemu,” ujarnya.
“Dia masuk kedalam garasi, nggak lama anak laki-laki tadi itu keluar sama ibu-ibu, lantas saya tanya sama ibu itu, pak Naji ada di rumah apa nggak bu, yang jawab anak laki-laki itu, pak Naji nggak ada dirumah dia keluar dari sore tadi. Itu aja sudah kelihatan bohongnya,” cetusnya.
“Karena cuaca mendung Kami berdua Fery pulang sampai dirumah jam 12 malam. Padahal Naji orang kaya dan terpandang, mobil mewahnya banyak, bangunan rumahnya megah, lokasi rumahnya hampir setengah hektar, apa dia nggak malu duit segitu nggak mau di bayarnya, jabatan dan harta benda itu sekedar titipan,” tutup Agus Indra dengan rasa kecewa.
Hingga berita ini dikirimkan, Najiullah Syarif tidak memberikan konfirmasi yang disampaikan pada Minggu, 15 Februari 2026 jam 07.47 WIB, chat yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp tidak terbaca sebab nomor HP-nya dinonaktifkan.
(ROPIAN KUNANG)