Peduli Stunting, Koramil 429-02/WB Bersama Tim Kesehatan Berikan PMT

| π•Ώπ–Šπ–—π–Žπ–’π–†π–π–†π–˜π–Žπ– π•΅π–†π–‰π–Ž π•»π–Šπ–’π–‡π–†π–ˆπ–† π•Ύπ–Šπ–™π–Žπ–†.

Klik Gambar

Lampung Timur-Halopaginews.com- Dalam rangka melaksanakan percepatan penurunan Stunting di wilayah binaan, Koramil 429-02/Way Bungur bersama tim kesehatan melaksanakan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada anak balita yang beresiko Stunting di Dusun VII, Desa Tambah Subur, Kecamatan Way Bungur, Senin (23/12/2024).

Stunting adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan karena kekurangan gizi kronis, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan (dari konsepsi hingga usia 2 tahun).

Adapun penyebab stunting antara lain, kekurangan gizi (protein, vitamin, dan mineral), kurangnya asupan makanan bergizi, infeksi berulang (diare, pneumonia, malaria), kondisi kesehatan ibu hamil (kekurangan gizi, anemia), faktor genetik serta lingkungan tidak seimbang (polusi, kebersihan buruk).

Baca Juga :  Tekab 308 Polres Metro Tangkap Pelaku Pengeroyokan Hingga Korban Meninggal Dunia

Dengan beberapa gejala diantaranya, pendek untuk usianya, berat badan rendah, lingkar kepala kecil, perkembangan motorik terlambat, keterlambatan bicara dan berjalan hingga masalah kesehatan kronis.

Danramil Way Bungur Lettu Arm J. Sigit . I menuturkan kegiatan pemberian PMT dilaksanakan sebagai upaya membantu pemerintah daerah untuk secepatnya menurunkan angka Stunting. Termasuk keterlibatan TNI AD berikut jajarannya hingga tingkat Kodim/ Koramil.

Foto, Istimewa
Foto, Istimewa

“Pengentasan Stunting ini butuh kolaborasi dan kerjasama dari semua pihak, baik pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, swasta serta segenap elemen masyarakat sehingga penanganannya efektif dan efisien”, ujar Danramil.

Baca Juga :  Babinsa Koramil 10/LBM Himbau Pengunjung Pantai Kerang Mas Dan Mutiara Baru Patuhi Prokes

Lebih lanjut Danramil menghimbau kepada orang tua anak beresiko Stunting untuk tidak malu ataupun menutup diri, justru sebaliknya harus berperan aktif dalam menanggulangi kasus ini.

“Dengan peran aktif orang tua resiko stunting dapat dicegah bahkan dikurangi, sehingga akan mencetak generasi muda yang unggul dan cerdas, dalam melanjutkan pembangunan nasional dimasa mendatang”, pungkas Danramil. (*)

Dilaporkan oleh : Redaksi Umum