Pembangunan Rambat Beton Di Muara Blukang Lamtim Baru Capai 35%

| π•Ώπ–Šπ–—π–Žπ–’π–†π–π–†π–˜π–Žπ– π•΅π–†π–‰π–Ž π•»π–Šπ–’π–‡π–†π–ˆπ–† π•Ύπ–Šπ–™π–Žπ–†.

Klik Gambar

Lampung Timur-Halopaginews.com- Proyek pembangunan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lampung Timur untuk pemukiman kawasan dan pertanahan hingga saat ini pembangunannya baru mencapai 35%, Kamis (26/02/2026).

Hal itu terlihat dari progress pembangunan perbaikan sarana prasarana dan utilitas umum di perumahan untuk menunjang fungsi hunian dengan jenis pembangunan infrastruktur jalan rambat beton.

Pembangunan tersebut menelan anggaran sebesar Rp.89.963.730.00 waktu pelaksanaan 35 hari kalender kerja dengan pelaksana kegiatan pokmas sinar laut.

Salah satu warga Desa Labuhan Ratu yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, pekerjaan pembangunan rambat beton ini mengganggu akses jalan masyarakat dusun blukang baik anak-anak sekolah maupun masyarakat yang setiap hari melintasi jalan ini.

Foto, Benner Rab Pagu Anggaran
Foto, Benner Rab Pagu Anggaran

Karena pembangunannya ini dimulai dari bulan Desember hingga sekarang belum selesai bahkan materialnya pun tidak ada, selain itu juga akses jalan yang belum dicor tambah rusak susah dilewati kendaraan motor, “Ucapnya warga.

Baca Juga :  Marwah NU Tercabik, Karena Ulah Oknum Pengurus PCNU Lamtim Berpolitik Praktis

Warga berharap kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Timur maupun yang mengerjakan agar secepatnya diselesaikan pekerjaan jalan rambat beton ini, supaya akses jalan menuju dusun Blungkang tidak susah dilewati oleh warga seperti saya,”Pintanya.

Sementara ketua pokmas Labuhan Ratu Sartoyo dalam wawancaranya mengatakan, untuk sementara waktu progres pembangunan rambat beton di Desa Labuhan Ratu mencapai 263 meter atau baru 35% yang sudah dikerjakan.

Total panjang pembangunan yang dikerjakan 712 meter, pelaksanaan progres pembangunan dimulai dari bulan Desember 2025 pada saat musim penghujan makanya agak terhambat pembangunannya, “Kata Toyo pada Rabu (25/02) kemarin.

Toyo menjelaskan, yang menghambat pembangunan rambat beton dari Dinas Lingkungan Hidup itu dari pengadaan barang material, dikarenakan kami sebagai pekerja saja seperti menyediakan buruh tenaga kerja.

Baca Juga :  Bhayangkari Cup 2024 di Lampung, Kapolres Lamtim: Kami Siap Mendukung

“Dikarenakan semua material dari pihak ketiga rekanan untuk CV-nya kami kurang hafal. Saat pembangunan kami kesulitan karena harus melangsir material menuju tempat pembangunanya.

Artinya ini ada tambahan biaya, selain itu juga hujan yang menjadi penghambat pembangunan rambat beton. Toyo akan bekerja sesuai 70% dana yang masuk untuk pelaksanaanya akan tetapi material juga harus 70%, “Pintanya.

Toyo berjanji apabila material lengkap di perkirakan 20 hari tanpa ada kendala sudah selesai dengan panjang 500 meter, yang menghambat pembangunan itu pertama cuaca hujan, biaya langsir matrial dan penyedia material bangunan, “Ungkapnya. (*)

Dilaporkan oleh : Redaksi Umum