Klik Gambar

Lampung Timur-Halopaginews.com- Awal mulanya, saat melamar kerja di NV. HADJI KALLA TRD COY, Tabrani ditempatkan di bidang konstruksi sebagai Junior Welder (tenaga kerja las listrik) di Proyek Pabrik Gula Bunga Mayang Ketapang Lampung Utara Lampung tahun 1984 silam.
Berpengalaman sebagai Welder selama 9 tahun lalu dikembangkannya dengan membuka usaha “Bengkel Las Listrik” di Jl. Soekarno-Hatta Dusun Capang Desa Pasar Sukadana sebagai usaha rumahan sejak tahun 2015 lalu.
“Saya mulai kerja Welder di NV. Hadji Kalla TRD Coy kontraktor trailer Pabrik Gula Bunga Mayang tahun 84,” tutur Tabrani mulai cerita kepada Wartawan media ini dirumahnya pada Minggu, 29 Maret 2026.
Selesai kontrak, Tabrani menerima sertifikat sebagai Junior Welder, kemudian dipekerjakan di Bukaka Teknik Utama (BKU) di Cilengsi Bogor Jawa Barat tahun 1986.
“Selesai kontrak kerja di Bunga Mayang saya ditarik kerja di BTU Cileungsi Bogor tahun 86. Saya sebagai tenaga kerja Welder seperti buat blangwir, cerobong pabrik dan lain-lain sesuai order,” katanya.

Selanjutnya, bekerja di PT. Indo Cement Citeureup Bogor Jawa Barat tahun 1987. Untuk terakhir kalinya bekerja di PT. Arcon Prima Indonesia Jakarta tahun 1993.
“Dari BTU pindah kerja ke PT. Indo Cement di Citeureup Bogor tahun 87.
Terakhir Saya pindah kerja di PT. Arcon Prima Indonesia di Jakarta tahun 93,” terangnya.
Tabrani mengakui, ia memperoleh ilmu dari perusahaan milik Hadji Kalla orangtua Jusuf Kalla mantan Wakil Presiden RI dan kini Ketua PMI.
“Saya memang didikan beliau (NV. HADJI KALLA TRD COY) sampai punya pengalaman kerja mulai dari junior sampai senior selama lebih kurang sembilan tahun,” jelasnya.
Dengan ilmu yang diperolehnya, Tabrani mulai merintis usaha rumahan diberinya nama “Bengkel Las Listrik L2” sejak tahun 2015 lalu.
“Alhamdulillah saya bisa buka usaha di kampung sudah 11 tahun, terimakasih sebanyak-banyaknya ke pak Haji Kalla karena telah memberi saya ilmu yang bermanfaat untuk menafkahi keluarga,” ujarnya.
Sementara, Tabrani sekolah menengah atas (SMA) bukan kejuruan namun ketika melamar kerja ditempatkan di bidang konstruksi Welder.
“Kalau dipikir-pikir saya lulus SMA bukan bidang saya urusan las listrik, berhubung waktu melamar kerja bidangnya las listrik sebagai junior Welder,” cetusnya.
Ia juga latihan las listrik di Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Condet Jakarta selama 6 bulan, meraih predikat senior Welder (pengalaman lebih lama).
“Setelah punya pengalaman saya ikut pelatihan di BLKI Condet Jakarta selama 6 bulan berturut-turut, dapat sertifikat sebagai senior Welder,” paparnya.
Selain masyarakat lingkungan berikut anaknya sendiri seakan tak percaya dengan kemampuan Tabrani membuka usaha bengkel las listrik.
“Banyak orang nggak percaya termasuk anak saya, mungkin karena saya mulai usaha 2015 saya pulang kampung 1997. Disitu letak ketidakpercayaannya bahkan ada ibu-ibu yang mengira usaha saya ini pekerjaan kepepet,” pungkas Tabrani. (Ropian Kunang)