Klik Gambar

Banten-Halopaginews.com- Dalam rangka peringatan HPN 2026, SMSI pusat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Museum Media Siber Indonesia di jalan Syekh Nawawi Al-Bantani no. 20, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Provinsi Banten, pada Minggu 8 Februari 2026 kemarin.
Lokasi pembangunan Museum Media Siber Indonesia tersebut berada di samping Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Kota Serang Banten, Senin (09/02/2026).
Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2026 ini merupakan peringatan tahunan yang diperingati setiap 9 Februari di Indonesia dan bersejarah bagi para insan Pers di Indonesia.
SMSI merupakan organisasi perusahaan Pers berbasis digital (Siber) terbesar di Indonesia yang menjadi konstituen Dewan Pers. SMSI berfungsi menaungi, membina, serta memperkuat profesionalisme media siber, melawan hoaks, dan memperjuangkan ekosistem pers digital yang sehat dan berintegritas.
Dalam kegiatanya tersebut dihadiri oleh para Wartawan dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari reporter, editor, hingga pimpinan redaksi media nasional dan daerah.
Selain Wartawan, masyarakat Kota Serang juga turut hadir dalam agenda tersebut. Acara ini juga dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah. Dimyati tiba di lokasi sekitar pukul 16.41 WIB, kemudian acara resmi dimulai.
Peletakan batu pertama pembangunan museum dilakukan pada pukul 17.44 WIB oleh Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah, kemudian dilanjutkan oleh Ketua Umum SMSI, Firdaus.
Ketua Umum SMSI pusat Firdaus menyampaikan, bahwa pembangunan museum tersebut menjadi salah satu destinasi sekaligus ekosistem pendidikan bagi insan pers.
Museum Media Siber Indonesia direncanakan dibangun dua lantai. Lantai pertama akan difungsikan sebagai museum, sementara lantai kedua dijadikan balai Wartawan.
βKita punya Jurnalis boarding school, kita punya museum, lalu kita punya monumen. Itu satu kesatuan. Harapannya, kita terus menggalakkan literasi digital dan terus bergerak,β Kata Firdaus.
Ditempat yang sama, Wakil Gubernur Banten, Dimyati Natakusumah menyampaikan, apresiasi atas inisiatif SMSI membangun museum tersebut.
Ia menilai peletakan batu pertama ini menjadi simbol pembangunan peradaban sejarah dan budaya di Provinsi Banten.
βPeletakan batu pertama museum ini menjadi simbol bahwa peradaban sejarah dan budaya akan dibangun di Provinsi Banten oleh SMSI,β Ucapnya.
Dimyati menambahkan, museum ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana pelestarian sejarah, tetapi juga sebagai media edukasi yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan.
Ia menekankan pentingnya menjaga ingatan kolektif bangsa agar generasi mendatang tidak melupakan sejarah.
βMaka ini akan menjadi tonggak sejarah peradaban budaya, termasuk sejarah. Jas merah, jangan sampai melupakan sejarah, intinya itu,β Ujar Dimyati.
βIni sudah ada niat yang baik dan serius dari pengurus SMSI untuk membangun museum. Mudah-mudahan bermanfaat bagi bangsa dan negara, khususnya Provinsi Banten.
Lebih lanjut, Dimyati berharap museum tersebut dapat menjadi ruang belajar bagi pelajar dan generasi muda untuk mengenal sejarah pers, sejarah Banten, hingga sejarah bangsa.
βNanti anak-anak sekolah dan generasi yang akan datang bisa mengetahui sejarah-sejarah yang dibuat, termasuk oleh SMSI sendiri dan sejarah Banten,β Ungkapnya.
βDi museum ini nantinya juga akan ditampilkan sejarah purbakala, sejarah bangsa dan negara, serta berbagai alat cetak, alat tulis, dan perlengkapan jurnalistik lainnya yang biasa digunakan oleh media, termasuk media daring,βPungkasnya. (Red)