Wakil Ketua Dewan Pers: Wartawan Harus Pahami Karya Jurnalistik Yang Berkualitas

| π•Ώπ–Šπ–—π–Žπ–’π–†π–π–†π–˜π–Žπ– π•΅π–†π–‰π–Ž π•»π–Šπ–’π–‡π–†π–ˆπ–† π•Ύπ–Šπ–™π–Žπ–†.

Klik Gambar

Lampung-(HPN)- Dewan Pers beberkan tips menghasilkan karya jurnalistik atau berita yang berkualitas. Hal ini disampaikan Wakil Ketua Dewan Pers, Muhammad Agung Darmajaya dalam Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di Novotel, Bandar Lampung, Jumat (7/7/2023).

Agung menjelaskan, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan wartawan agar produk berita atau karya jurnalistik yang dibuat berkualitas.

Pertama, sebelum terjun ke lapangan, terlebih dahulu seorang wartawan harus memahami betul-betul objek berita yang akan ditulis, narasumber, dan lokasi kegiatan.

“Jangan lakukan yang penting setor berita,” cetusnya.

Baca Juga :  Polda Lampung Siap Mengamankan Pergantian Tahun Baru 2023
Foto, Istimewa
Foto, Istimewa

Menurut Agung, seseorang wartawan akan bertemu dengan narasumber dari berbagai latar belakang pendidikan saat bekerja di lapangan. Artinya, wartawan dituntut punya bekal pengetahuan yang luas untuk mengimbangi narasumber pada proses wawancara berlangsung.

β€œMaka kita harus mawas diri dan terus berbenah, saling mengingatkan, di mana sebelum liputan kita harus memahami apa yang akan ditanyakan, apa yang akan ditulis setelah bertemu dengan narasumber,” tegas Agung.

Kedua, sebelum melakukan wawancara, wartawan sebaiknya cermat dalam memilih narasumber, dan memastikan kredibilitasnya, apakah masih punya korelasi dengan objek atau kegiatan yang diliput.

Baca Juga :  Dukungan Luas dari 15 Kecamatan Setuba untuk Reka Punnata sebagai Pemimpin Tulang Bawang

Selain itu, untuk memperkuat informasi yang didapat dan menghasilkan berita yang kaya akan informasi, wartawan juga disarankan mewawancarai lebih dari satu narasumber.

β€œContohnya, liputan stunting dengan narasumber Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas, dan pemerhati Kesehatan”,kata Agung.

Terakhir, untuk menghasilkan berita yang berkualitas, wajib mempertimbangkan hasil tulisan sebelum diterbitkan di ruang publik.

Meneliti hasil tulisan sebelum diterbitkan adalah suatu keharusan, agar berita yang nantinya terpublikasi tidak berefek buruk bagi pembaca, terutama narasumber, “jelasnya. (*)

Dilaporkan oleh : Redaksi Umum