Klik Gambar

Lampung Timur-Halopaginews.com- Pemerintah Kabupaten Lampung Timur terus memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Agama untuk menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Mulai dari membantu kepastian hukum perkawinan, mempercepat sertifikasi tanah wakaf dan rumah ibadah, hingga memperkuat peran penyuluh agama dalam mencegah kekerasan terhadap anak.
Komitmen tersebut mengemuka saat Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menghadiri resepsi Hari Santri yang dirangkaikan dengan silaturahmi dan dialog interaktif bersama jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lampung Timur, Jumat (23/10/2026), di Aula Kemenag Lampung Timur.
Kehadiran Bupati disambut Kepala Kantor Kemenag Lampung Timur, Dr. H. Rohkhman, S.Ag.,M.Si., beserta jajaran, dan didampingi Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setdakab Lampung Timur.
Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dalam momentum Hari Santri, tetapi juga ruang untuk membahas langkah konkret yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Fokus pada Tiga Isu Utama:
1. Fasilitasi Isbat Nikah
Pemkab dan Kemenag membahas fasilitasi isbat nikah bagi masyarakat yang membutuhkan kepastian hukum atas perkawinannya. Upaya ini diharapkan membantu masyarakat memperoleh pengakuan hukum sehingga dapat mengakses berbagai layanan administrasi kependudukan dan memenuhi hak-hak keluarga sesuai ketentuan yang berlaku.
2. Percepatan Sertifikasi Tanah Wakaf dan Rumah Ibadah.
Langkah ini mencakup berbagai tempat ibadah seperti masjid, musala, gereja, pura, vihara, dan rumah ibadah lainnya. Kepastian hukum atas tanah menjadi hal penting untuk melindungi aset keagamaan, mencegah potensi sengketa, serta memastikan pemanfaatannya secara aman dan berkelanjutan bagi kepentingan umat.
3. Penguatan Peran Penyuluh Agama Cegah Kekerasan Anak.
Kolaborasi juga diarahkan pada penguatan peran penyuluh agama dalam edukasi dan pendampingan pencegahan kekerasan terhadap anak dan kekerasan seksual. Penyuluh agama memiliki posisi strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Melalui peningkatan kapasitas dan koordinasi lintas sektor, penyuluh diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali tanda-tanda kekerasan, memahami langkah pelaporan, serta mengarahkan korban untuk memperoleh pendampingan dan perlindungan dari pihak berwenang.
Melalui dialog tersebut, Pemkab Lampung Timur berharap sinergi bersama Kemenag, penyuluh agama, tokoh lintas agama, dan seluruh elemen masyarakat semakin kuat.
“Kerukunan umat beragama tidak hanya dijaga melalui sikap saling menghormati, tetapi juga melalui kerja sama nyata dalam menyelesaikan persoalan sosial dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Bupati Ela.
Semangat Hari Santri menjadi pengingat bahwa nilai keagamaan, kepedulian sosial, dan gotong royong dapat menjadi kekuatan untuk menjawab berbagai tantangan di tengah masyarakat.
Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, Pemkab Lampung Timur berkomitmen mendorong pembangunan yang inklusif, memperkuat perlindungan masyarakat, serta mewujudkan Lampung Timur yang rukun, harmonis, dan sejahtera. (*)