Klik Gambar

Lampung Timur-Halopaginews.com-Pemerintah Kabupaten Lampung Timur melalui Camat Batanghari Tammy M Saleh yang mewakili Bupati Lampung Timur membuka Festival 1000 Obor dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Selasa malam (26/5/2026), di Desa Batangharjo, Kecamatan Batanghari.
Festival yang dikemas dalam bentuk pawai takbir tersebut berlangsung meriah dan penuh antusiasme masyarakat. Ribuan obor dinyalakan peserta sambil mengarak miniatur masjid dan berbagai kreasi bernuansa Islami di sepanjang rute pawai.
Sebanyak 57 grup remaja masjid (Risma) turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut dengan jumlah total mencapai 1.015 obor. Masing-masing peserta menampilkan kreativitas berbeda melalui dekorasi, kostum Islami, hingga berbagai bentuk miniatur masjid yang menarik perhatian warga.
Dalam sambutannya, Camat Batanghari menyampaikan bahwa peringatan Hari Raya Iduladha bukan hanya menjadi momentum suka cita umat Islam, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi dan meningkatkan semangat pengorbanan serta kebersamaan di tengah masyarakat.
βFestival 1000 obor ini menjadi simbol semangat kebersamaan dan syiar Islam. Momentum Iduladha harus menjadi pengingat bagi kita semua untuk meningkatkan rasa kepedulian, pengorbanan, dan persatuan,β ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Lampung Timur untuk terus berpartisipasi dan mendukung berbagai program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Bumei Tuwah Bepadan.
βKami berharap masyarakat terus berperan aktif dan berkontribusi dalam mendukung program-program pemerintah daerah demi kemajuan Lampung Timur yang kita cintai bersama,β tambahnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimcam Kecamatan Batanghari, Wakapolres Lampung Timur, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Batanghari, para kepala desa se-Kecamatan Batanghari, tokoh agama, para kiai, serta ratusan peserta dari berbagai remaja masjid.
Festival 1000 Obor menjadi salah satu tradisi tahunan masyarakat Batanghari yang dinilai mampu menjaga nilai-nilai religius sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga.
Selain menjadi ajang syiar Islam, kegiatan tersebut juga menunjukkan semangat inovasi dan konsistensi masyarakat dalam merawat tradisi Islami di tengah perkembangan zaman. (*)