Klik Gambar

Lampung Timur-Halopaginews.com- Seorang anggota DPRD Lampung Timur berinisial MR dikhabarkan berurusan dengan debt colector karena membeli kendaraan yang diduga bermasalah kepemilikan dan asal usul mobil.
Dari narasumber terpercaya yang enggan disebut nama, menuturkan,usai konsultasi di Dinas Pariwisata Provinsi Lampung pada Jumat, 17 April 2026, MR didatangi 8 orang berpostur besar diduga Debt Colector yang menanyakan asal usul kendaraan Toyota Avanza tahun 2019.
“Sesaat setelah MR keluar dari kantor dinas. Mobil yang ia gunakan langsung jadi sasaran penghadangan,Situasi sempat menegang, meski tak sampai ricuh”, jelas narsum (18/04/26)
Kendaraan warna hitam itu diduga bukan milik pribadi. Informasi yang beredar menyebut mobil tersebut merupakan unit peralihan dari pihak pertama, berasal dari luar Lampung. Statusnya tak sepenuhnya bersih.
“Plat nomor kendaraan tersebut diganti.Namun pola itu gagal. Mobil tersebut diduga telah dipasangi GPS. Posisinya kemungkinan sudah terlacak”, tambahnya.
Selepas dari lokasi itu, MR tak langsung pulang. Ia sempat menuju penginapan untuk check out, lalu bergerak ke LPM. Tujuannya, mengurus persoalan kendaraan yang membelitnya.
Di hadapan para penagih, MR memberi alasan. Mobil itu, katanya, milik bapaknya. Ia hanya meminjam.
Sementara MR saat hendak dimintai kebenaran informasi tersebut, Seusai rapat paripurna Hari Ulang Tahun Kabupaten Lampung Timur, MR memilih pergi. Ia meninggalkan gedung DPRD tanpa sepatah kata.
Hingga kini, belum ada penjelasan yang benar-benar membuka semuanya. Status kendaraan masih samar, dugaan plat tak sesuai belum terjawab, dan peran para penagih itu pun belum terang. Yang tertinggal hanya jejak yang belum utuh tentang siapa sebenarnya pemiliknya, dan apa yang sedang disembunyikan di balik peristiwa itu. (Red/Tim)