Klik Gambar

Metro,Lampung-Halopaginews.com- Kemacetan panjang di kawasan SPBU Yosodadi, Kota Metro, kian meresahkan masyarakat. Ketua DPD Provinsi Gerakan Pemuda Berkarya (GPB), Rozi, mendesak Ketua DPRD Kota Metro dan Kapolres Metro segera turun tangan dan tidak tutup mata terhadap persoalan tersebut.
Menurut Rozi, kemacetan terjadi mulai dari kawasan PB hingga SPBU Yosodadi, termasuk di sekitar Rumah Makan 21. Antrean kendaraan yang hendak mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) mengular hingga ke badan jalan dan menyebabkan arus lalu lintas tersendat. Sabtu (17/10/26).
Ia menyoroti dugaan praktik pengisian BBM dalam jumlah besar yang dikenal masyarakat sebagai ngecor BBM. Praktik tersebut jika tidak diawasi, dikhawatirkan mengganggu ketertiban dan memperparah kemacetan di jalan umum.
“Kami meminta dengan tegas kepada Ibu Ketua DPRD Kota Metro selaku wakil rakyat dan Bapak Kapolres Metro agar segera bertindak. Kemacetan ini sudah sangat mengganggu masyarakat. Warga yang ingin beraktivitas, bepergian, bahkan sekadar mengisi BBM untuk kebutuhan sendiri, justru harus menghadapi antrean panjang,” tegas Rozi.
Rozi menilai persoalan ini tidak cukup hanya menjadi bahan pembicaraan. Dibutuhkan langkah konkret berupa pengecekan langsung di lapangan, pengaturan lalu lintas, serta pemeriksaan terhadap dugaan pelanggaran dalam aktivitas pengisian dan distribusi BBM.
“Jalan umum adalah milik bersama, bukan ruang yang boleh dikuasai oleh kepentingan segelintir orang hingga masyarakat luas kehilangan kenyamanan,” ujarnya.
Ia mengingatkan, yang dibutuhkan masyarakat bukan wacana, melainkan tindakan nyata yang dapat dirasakan langsung.
“Jangan sampai masyarakat kecil terus diminta tertib, sementara persoalan yang mengganggu kepentingan umum tidak segera ditangani secara tegas. Ketertiban seharusnya berlaku bagi semua pihak tanpa terkecuali,” pungkasnya.
Rozi berharap aparat berwenang memeriksa kondisi tersebut secara menyeluruh, termasuk menelusuri dugaan praktik pengisian BBM untuk diperjualbelikan kembali apabila terdapat indikasi pelanggaran.
“Jangan sampai yang mengejar keuntungan merasa diuntungkan, sedangkan masyarakat yang hanya ingin mengisi BBM untuk kebutuhan sehari-hari justru menjadi korban keadaan. Jangan sampai kepentingan segelintir pihak mengalahkan kepentingan orang banyak,” tegasnya.
Ia juga meminta pengelola SPBU, aparat kepolisian, dan instansi terkait berkoordinasi untuk menata antrean kendaraan agar tidak menghambat akses jalan umum dan merugikan pengguna jalan lainnya. (Red)