Ketua AWPI TUBABA Kecam Keras Dugaan Tindakan Penganiayaan Terhadap Anggotanya Dan Desak Polisi Usut Tuntas

| 𝕿𝖊𝖗𝖎𝖒𝖆𝖐𝖆𝖘𝖎𝖍 𝕵𝖆𝖉𝖎 𝕻𝖊𝖒𝖇𝖆𝖈𝖆 𝕾𝖊𝖙𝖎𝖆.

Klik Gambar

Tulang Bawang Barat-Halopaginews.com-Ketua DPC Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Kabupaten Tulang Bawang Barat, Ahmad Abdi Fathoni, mengecam keras dugaan penganiayaan terhadap anggotanya, Pendi Pradana, di wilayah Pulung Kencana, Senin (31/8/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.

Peristiwa itu diduga terjadi saat korban sedang melakukan tugas jurnalistik meliput kegiatan pasar malam/UMKM di lokasi tersebut.

Berdasarkan keterangan korban, saat itu Pendi tengah duduk bersama 3 rekannya usai melakukan peliputan. Tiba-tiba seorang anak menghampiri dan menyampaikan bahwa dirinya dipanggil oleh terduga pelaku berinisial HA.

“Setelah saya datangi, HA langsung bertanya siapa yang mengambil lahan parkir miliknya. Saya jawab tidak tahu karena saya tidak mengurus parkir. Tanpa basa-basi dia langsung melontar dan memukul bagian pelipis wajah saya,” ujar Pendi.

Baca Juga :  Disdikbud Kota Metro Pinta Kepala Sekolah Dan Guru Untuk Cegah Kekerasan Anak di Sekolah

Pendi mengaku sempat terjadi aksi saling pukul. Tak lama kemudian sejumlah orang datang melerai. Namun menurut Pendi, datang pula sekelompok orang yang diduga kerabat HA, termasuk adik kandungnya, yang sempat mengancam.

“Ada yang bilang mau potong leher saya. Selang beberapa saat datang lagi sekitar 3 motor yang diduga saudara/kerabatnya, lalu mereka pergi ke arah Polres,” jelasnya dengan kondisi wajah lebam dan hidung bengkak.

Ahmad Abdi Fathoni menegaskan bahwa Pendi saat itu memang sedang ditugaskan untuk peliputan pasar malam UMKM di Pulung Kencana.

“Kami mendapatkan kabar langsung memerintahkan anggota untuk mendampingi pelaporan ke Polres setempat. Saya selaku Ketua DPC AWPI Tubaba mendesak Polres Tubaba mengusut tuntas persoalan ini,” tegas Ahmad.

Baca Juga :  Kunjungi Koramil Jajaran, Ini Pesan Dandim 0429/Lamtim Ke Prajurit Dan Persit

Menurutnya, tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan karena korban jelas sedang menjalankan aktivitas jurnalis.

“Anggota kami atas nama Pendi sedang melakukan aktivitas jurnalis dan tiba-tiba mendapatkan perlakuan penganiayaan tanpa sebab yang jelas. Ini sudah mencederai kemerdekaan pers,” lanjutnya.

Ia menambahkan, karena pelaporan dilakukan malam hari dan situasi ramai, pihak Polres menyarankan agar pelaporan dilanjutkan keesokan harinya demi menghindari hal yang tidak diinginkan.

AWPI Tubaba berharap aparat penegak hukum segera memproses laporan ini secara profesional dan transparan agar memberikan rasa aman bagi insan pers dalam menjalankan tugasnya.

AWPI juga mengimbau kepada seluruh pihak untuk menghormati kerja-kerja jurnalistik dan menyelesaikan persoalan melalui jalur hukum, bukan dengan kekerasan. (Yorda)

Dilaporkan oleh : YORDAN

Eksplorasi konten lain dari halo pagi news

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca