Menteri Kehutanan Gagal Jaga Hutan: Banjir Aceh, Sumut Dan Sumbar Jadi Bukti Kelalaian Negara

| π•Ώπ–Šπ–—π–Žπ–’π–†π–π–†π–˜π–Žπ– π•΅π–†π–‰π–Ž π•»π–Šπ–’π–‡π–†π–ˆπ–† π•Ύπ–Šπ–™π–Žπ–†.

Klik Gambar

Lampung-Halopaginews.com- Musibah banjir dahsyat yang menimpa Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat akibat kerusakan hutan, bukan hanya tragedi alam biasa.

Ini adalah kegagalan besar pejabat negara yang mengurus hutan dan lingkungan hidup dengan sangat buruk. Mereka justru sibuk melakukan pencitraan murahan, berdiri di tengah korban bencana, demi terlihat peduli tanpa tindakan nyata untuk mencegah tragedi yang sudah berulang kali diperingatkan.

Sorotan tajam dari dunia internasional membuktikan bahwa pengelolaan hutan di Indonesia dalam kondisi kritis. Para pejabat berwenang lebih mementingkan penampilan, daripada menjalankan tanggung jawab mereka.

Rakyat kecil kini menanggung beban akibat kelalaian mereka. Empat kampung di Aceh hilang tertimbun banjir, warga kehilangan nyawa dan keluarga, hingga membuat Gubernur Aceh menangis pilu.

Baca Juga :  LITERASI DIGITAL KABUPATEN LAMPUNG SELATAN – PROVINSI LAMPUNG

Presiden RI Prabowo Subianto diharapkan jangan lagi tersandera oleh kepentingan politik atau pencitraan. Saatnya bertindak tegas, pejabat yang gagal dalam tugasnya harus langsung diberhentikan atau dipaksa mundur.

Negara lain seperti Jepang menghargai tanggung jawab dengan tradisi mundur, bahkan harakiri akibat kelalaian. Sementara di Indonesia, pejabat masih bungkam atau bersembunyi di balik kata-kata kosong dan acara seremonial tanpa hasil.

Donny Irawan, Ketua Serikat Media Siber Indonesia provinsi Lampung, mengecam keras sikap ringan para pejabat, termasuk Menteri Kehutanan, yang menganggap musibah ini sebagai momentum.

Baca Juga :  Ela-Azwar Hadi Bersama Ratusan Masyarakat Kecamatan Sekampung Lakukan Senam Sehat

β€œBerbenah” tanpa langkah tegas, ini memalukan bangsa. Presiden harus segera bertindak mengganti pejabat-pajabat yang gagal menjaga hutan dan rakyatnya.

Korban jiwa dan kerusakan besar di Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara adalah bukti nyata bahwa negara ini sedang digadaikan oleh ketidakmampuan pejabatnya.

Sudah saatnya Presiden Prabowo Subianto menunjukkan keberanian dan kepemimpinan konkret, bukan hanya sekadar pidato dan kunjungan basa-basi. Rakyat sedang berduka dan menanti tindakan nyata, bukan gelar acara pencitraan yang tidak membawa perubahan.

Oleh: Donny Irawan, SE. Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Lampung. (SMSI)

Dilaporkan oleh : Redaksi Umum