Penjaringan Ketua PWI Lampung Timur Bergejolak, Arliyan Ungkap Dugaan Intimidasi Internal

| π•Ώπ–Šπ–—π–Žπ–’π–†π–π–†π–˜π–Žπ– π•΅π–†π–‰π–Ž π•»π–Šπ–’π–‡π–†π–ˆπ–† π•Ύπ–Šπ–™π–Žπ–†.

Klik Gambar

Lampung Timur-Halopaginews.com- Dinamika penjaringan Calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung Timur kian memanas. Bakal calon ketua, Arliyan Athnar Fadli, akhirnya angkat bicara menanggapi pemberitaan yang menyebut dirinya tidak mengembalikan berkas pencalonan.

Arliyan tidak membantah fakta tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa keputusannya tidak melanjutkan proses pengembalian berkas terjadi setelah dukungan kepadanya dicabut secara sepihak, yang menurutnya diduga kuat akibat intimidasi Muklis sebagai Ketua PWI Aktiv Sekarang.

β€œBenar saya tidak mengembalikan berkas. Itu terjadi setelah dukungan kepada saya dicabut. Dan pencabutan itu, berdasarkan pengakuan rekan-rekan pendukung, diduga karena adanya tekanan,” tegas Arliyan.

Ia menyebut dugaan intimidasi tersebut mengarah kepada Muklis, yang hingga saat ini masih aktif menjabat sebagai Ketua PWI Lampung Timur. Arliyan menilai Muklis memiliki peran penting dalam pencabutan surat dukungan dari sejumlah anggota yang memiliki hak suara.

Baca Juga :  Kapolres Lampung Timur Hadiri Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II

β€œBeberapa anggota yang sebelumnya sudah menandatangani surat dukungan kepada saya mengaku ditekan dan dipertanyakan, β€˜kenapa kalian mendukung Arliyan’, dengan alasan karena yang bersangkutan masih aktif sebagai Ketua PWI Lampung Timur,” ungkapnya.

Menurut Arliyan, kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar terkait independensi dan netralitas dalam proses penjaringan calon ketua. Ia menilai, apabila benar terjadi tekanan terhadap anggota, maka hal tersebut bertentangan dengan prinsip demokrasi dan etika organisasi profesi wartawan.

β€œSeharusnya penjaringan ini menjadi ruang yang sehat, terbuka, dan bebas dari tekanan. Bukan sebaliknya,” katanya.

Tak hanya itu, Arliyan juga mengungkapkan adanya dugaan tindakan lain yang dinilainya semakin memperkeruh suasana organisasi. Salah satunya adalah dikeluarkannya salah satu anggota PWI Lampung Timur, Nurasikin, dari grup komunikasi internal PWI.

β€œInformasi yang saya terima, saudara Nurasikin dikeluarkan dari grup PWI Lampung Timur. Ini tentu menimbulkan pertanyaan besar, apalagi di tengah situasi penjaringan ketua yang sedang berlangsung,” kata Arliyan.

Baca Juga :  Mewakili Dandim 0411/KM, Kasdim Ikuti Prosesi Ziarah Nasional Sambut HUT Bhayangkara ke 79

Menurut Arliyan, rangkaian peristiwa tersebut menunjukkan adanya dugaan pembatasan ruang komunikasi dan kebebasan berpendapat di internal organisasi. Ia menilai hal itu bertentangan dengan semangat kebersamaan dan demokrasi yang seharusnya dijunjung tinggi oleh organisasi profesi wartawan.

Arliyan berharap PWI Provinsi Lampung sebagai organisasi profesi dapat menjaga marwah dan kredibilitasnya dengan memastikan proses pemilihan berjalan secara jujur, adil, dan transparan tanpa adanya intimidasi dalam bentuk apa pun.

Saat ditemui di Kantor PWI Lamtim Muklis mengilah untuk dimintai klarifikasi terkait isu ini, karena dia perlu tau siapa orangnya dan tidak menyebutkan secara rinci siapa anggotanya, dan mengatakan bahwa dirinya terburu-buru karena harus ke Provinsi. (*/tim)

Dilaporkan oleh : Redaksi Umum