Klik Gambar

Lampung Tengah-Halopaginews.com-Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meresmikan ribuan sarana infrastruktur konektivitas dan sumber air bersih dalam acara Launching 2.500 Jembatan Garuda dan 3.000 Titik Air Bersih yang diselenggarakan secara virtual (Zoom Meeting) pada Kamis (13/8/2026) pukul 10.25 WIB.
Mengusung tema “Negara Hadir Untuk Rakyat”, kegiatan konferensi video nasional ini dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan diikuti oleh pimpinan tinggi negara, di antaranya Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., Kasad TNI Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Mensesneg Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya.
Di Kota Metro, Lampung, jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat turut mengikuti prosesi peresmian secara virtual dari lokasi Jembatan Gantung Garuda, Kelurahan Purwoasri, Kecamatan Metro Utara. Tampak hadir pejabat daerah dan unsur TNI-Polri setempat, antara lain: Dandim 0411/KM, Letkol Inf Noval Darmawan, S.H., M.I.P., Sekda Pemda Kota Metro, Drs. Ahmad Hariyanto, MM. (Mewakili Walikota Metro), Wakapolres Metro, KOMPOL Agung Ferdika, S.H., M.H. (Mewakili Kapolres Metro), Kabag Bin Kejari Kota Metro, Habi Hendarso, S.H., M.H. (Mewakili Kajari Metro), Kadis PU Kota Metro, Sri Mulyani, M.T., Jajaran Perwira Kodim 0411/KM, Danramil, Kapolsek Metro Utara AKP Teguh Puji Ruswanto, S.H., Camat Metro Utara H. Heri Hendarto, S.Sos., Lurah Purwosari Sutoro, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta zoom meting menyaksikan, laporan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, yakni memaparkan pencapaian besar dalam pembangunan infrastruktur yang tersebar di berbagai pelosok Indonesia:
Jembatan Garuda: Dari target total 3.008 titik jembatan (termasuk 798 titik di wilayah rawan bencana), sebanyak 2.500 jembatan telah selesai dibangun dan 508 lainnya dalam proses pengerjaan. Program ini ditargetkan mencapai 5.000 titik pada akhir tahun 2026.
Jembatan ke-2.500: Berlokasi di Kab. Bekasi, Jawa Barat (panjang 80 meter) yang memberi manfaat bagi 200 KK.
Jembatan Terpanjang: Berada di Kab. Aceh Tamiang, Aceh (240 meter).
Tantangan Medan Berat: Salah satu proyek tersulit diselesaikan di Kab. Ogan Komering Ulu, Sumsel (100 meter) yang membutuhkan waktu 6 bulan menembus rawa menggunakan kapal tongkang. Selain itu, jembatan strategis di NTT (Jembatan Kapsali 164 meter dan Jembatan Termanu 208 meter) berhasil memulihkan akses transportasi masyarakat yang terputus akibat banjir menahun.
Dampak Luas: Pembangunan jembatan ini berhasil menghubungkan 7.807 desa/kelurahan, membuka akses ke 9.008 sekolah, 4.502 fasilitas kesehatan, serta 4.618 fasilitas ekonomi, dengan total 4,5 juta jiwa penerima manfaat.
Manunggal Air Bersih: Dari total program Manunggal Air sebanyak 10.912 titik, bantuan langsung Presiden berupa 3.000 titik air bersih resmi rampung dituntaskan.
Titik Air ke-3.000: Terletak di Pulau Raas, Kab. Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Pengerjaan Tersulit: Berada di Gunungsitoli, Nias, Sumut, yang membutuhkan 8 kali pengeboran menembus medan berbatu selama 12 bulan demi mengalirkan air bagi 231 KK (525 jiwa).
Dalam sambutannya, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan rasa bangga dan haru atas dedikasi serta inisiatif nyata yang ditunjukkan oleh jajaran TNI dan Polri dalam membantu kesulitan masyarakat terkecil di daerah terpencil.
“Ini adalah bukti bahwa TNI sungguh-sungguh tentara rakyat, dan Polri sungguh-sungguh polisi rakyat. Saudara lahir dari rakyat, berjuang bersama rakyat, memberi yang terbaik untuk rakyat, dan pada akhirnya akan kembali kepada rakyat,” tegas Presiden Prabowo.
Presiden menekankan bahwa di tengah rencana besar pembangunan proyek-proyek strategis nasional menuju Indonesia modern, negara tidak boleh melupakan kebutuhan dasar rakyat di wilayah paling pinggiran.
“Kita mungkin butuh investasi besar-besaran, tetapi kita harus selalu mengerti bahwa negara harus hadir untuk rakyat yang paling terpencil. Hari ini kita buktikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang bersatu dan bergotong royong,” tambah Presiden.
Secara resmi, Presiden meresmikan sebanyak 3.365 jembatan hasil kolaborasi TNI-Polri serta 3.000 sumber air bersih TNI AD untuk dimanfaatkan sepenuhnya oleh seluruh rakyat Indonesia.
Dengan terselesaikannya sarana jembatan dan air bersih ini, diharapkan akses mobilitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, serta kualitas hidup masyarakat di berbagai wilayah Indonesia dapat meningkat secara signifikan. (*)