Klik Gambar

Metro,Lampung-Halopaginews.com- Ketua Dewan Pimpinan Daerah Provinsi Gerakan Pemuda Berkarya (GPB) Lampung menyayangkan pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Jendral Ahmad Yani Kota Metro. Ia menilai mutu layanan rumah sakit tersebut belum memuaskan, khususnya pada bagian administrasi dan sikap petugas terhadap pasien.
Hal itu disampaikan Ketua DPD Provinsi GPB Lampung, Rozi Fernando, kepada wartawan di Kota Metro, Sabtu (30/5/2026). Ia mengaku kecewa setelah berobat ke Instalasi Gawat Darurat RSUD Jendral Ahmad Yani.
Rozi menuturkan, pelayanan di bagian administrasi tidak tertib dan petugas kurang santun kepada keluarga pasien.
“Pelayanannya sungguh tidak memuaskan. Apalagi di bagian admisinya kurang tertib, dan kurang sopan santun terhadap warga pasien,” ujarnya.
Ia menegaskan, rumah sakit merupakan wajah utama pelayanan publik di suatu daerah. Menurutnya, jika Pemkot Metro ingin meningkatkan kualitas kota, pembenahan harus dimulai dari layanan rumah sakit. Rozi menilai, jika pelayanan RSUD Jendral Ahmad Yani tidak segera diperbaiki, mutu layanan akan terus menurun.
Ketua GPB Lampung itu juga menyoroti sikap sejumlah petugas di ruang kamar perawatan. Ia meminta Direktur RSUD Jendral Ahmad Yani menindak tegas pegawai yang tidak memiliki sopan santun.
“Jika Pak Direktur ingin dihargai dan dihormati, maka harus bertindak tegas terhadap mereka, karena bagaimanapun beliau adalah atasan mereka,” katanya.
Rozi juga meminta Wali Kota Metro, Bambang Imam Santoso, segera menindaklanjuti keluhan masyarakat. Ia menyoroti banyaknya kritik terhadap RSUD Jendral Ahmad Yani yang sudah tersebar hingga media sosial seperti TikTok dan lainnya.
“Rumah sakit itu bagian dari pelayanan masyarakat. Jika rumah sakit baik dan bagus, maka masyarakat akan merasakan pelayanan kesehatan yang baik,” tuturnya.
Karena kecewa dengan layanan yang diterima, Rozi mengaku memilih pulang dari ruang IGD tanpa sempat diperiksa dokter.
“Saya mengajukan diri untuk pulang karena saya lihat pelayanannya sudah kurang bagus. Saya selaku pasien atas nama Rozi Fernando sangat kecewa dengan RSUD Ahmad Yani,” katanya.
Ia berharap Wali Kota Metro dan Direktur RSUD segera membenahi sistem pelayanan agar kejadian serupa tidak dialami pasien lain.
“Harapan saya segera ditindaklanjuti. Jika RSUD Ahmad Yani ingin kembali baik, maka pembenahan harus segera dilakukan,” pungkasnya. (Red)