Klik Gambar

Lampung Tengah-Halopaginews.com-Intensitas hujan yang kerap mengguyur di wilayah Lampung Tengah pada sore dan malam hari tidak menyurutkan nyali prajurit Kodim 0411/KM. Di bawah komando Dandim 0411/KM Letkol Inf Noval Darmawan, S.H., M.I.P., semangat gotong royong justru semakin membara demi menuntaskan tahap krusial pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda di dua titik strategis, yakni Way Raman (Trimurjo) dan Way Tipo (Gunung Sugih), Sabtu (02/05/2026).
Di wilayah Koramil 411-04/Trimurjo, tepatnya di Kampung Purwoadi, Serka M. Fauzan memimpin personel dan masyarakat melawan tantangan cuaca untuk menghubungkan Kampung Purwoadi dengan Kelurahan Simbar Waringin. Fokus pengerjaan pada hari ke-22 ini telah mencapai progres signifikan sebesar 29%.
“Meskipun curah hujan tinggi, tim yang terdiri dari 3 anggota TNI, 1 tukang, dan 8 warga tetap fokus pada pengiriman material, pemasangan besi cor, hingga pengecoran pondasi tiang penahan rangka plat,” lapor Serka Fauzan. Jembatan dengan panjang 15 meter dan lebar 2 meter ini nantinya akan menjadi tumpuan bagi sedikitnya 400 KK atau sekitar 920 jiwa di wilayah tersebut.
Pemandangan serupa terlihat di Sungai Way Tipo, Kampung Gunung Sugih. Memasuki hari ke-30, personel Koramil 411-12/Gunung Sugih di bawah pimpinan Sertu Agus Purnomo terus mengejar target pembangunan jembatan penghubung antara Desa Gunung Sugih dan Desa Gunung Sari yang kini progresnya mencapai 25%.
Tim gabungan yang terdiri dari 3 anggota TNI, 1 teknisi, 1 tukang, dan 7 warga berjibaku merakit rangka besi pondasi tiang dekat serta pemasangan besi cakar ayam cor tiang. Jembatan sepanjang 143 meter dengan lebar 1,2 meter ini sangat vital bagi mobilitas 460 KK (920 jiwa) yang selama ini mendambakan akses transportasi yang lebih memadai.
Dandim 0411/KM Letkol Inf Noval Darmawan, S.H., M.I.P. menegaskan bahwa meski kendala teknis nihil, tantangan alam berupa hujan menuntut ketahanan fisik dan mental yang kuat.
“Jembatan Gantung Garuda ini adalah monumen perjuangan bersama. Kehadiran warga yang antusias di tengah cuaca ekstrem membuktikan betapa jembatan ini sudah sangat dinantikan sebagai urat nadi penghubung antar wilayah. Kami tidak akan berhenti hingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh rakyat,” tegas Dandim. (*)