Klik Gambar

Way Jepara-Halopaginews.com- Pemerintah Kabupaten Lampung Timur terus menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya antikorupsi sejak usia dini melalui kegiatan Program Penyuluh Anti Korupsi (PAKSI) Masuk Sekolah yang digelar di SMP Negeri 1 Way Jepara, Selasa (14/07/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Forum Penyuluh Anti Korupsi (PAK) Kabupaten Lampung Timur bersama KPK ini mengusung tema “Tanamkan Nilai Integritas Sejak Dini, Bersama Wujudkan Sekolah Berbudaya Jujur Dan Anti Korupsi. Lawan Korupsi Mulai Dari Bangku Sekolah”.
Mewakili Wakil Bupati Lampung Timur, Asisten III Bidang Administrasi Umum Agusrina Syaka hadir sebagai narasumber. Ia menegaskan bahwa korupsi bukan semata persoalan hukum, tetapi juga menyangkut moral, integritas, dan karakter seseorang.
“Korupsi bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga persoalan moral, integritas, dan karakter. Pencegahan korupsi tidak cukup dilakukan melalui penegakan hukum semata, melainkan harus dimulai dari pendidikan dan pembentukan karakter,” ujar Agusrina.
Kepada para siswa, Agusrina mengajak agar senantiasa menjaga kejujuran dalam setiap tindakan, menghormati guru dan orang tua, disiplin dalam belajar, serta membiasakan diri melakukan hal yang benar meskipun tidak ada yang mengawasi.
“Kalian adalah generasi penerus bangsa dan calon pemimpin masa depan. Integritas dibangun dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Saya berharap melalui Program PAKSI Masuk Sekolah ini akan lahir generasi Lampung Timur yang cerdas, berkarakter, berintegritas, serta berani menolak segala bentuk perilaku koruptif,” pesannya.
Sementara itu, perwakilan Forum Penyuluh Anti Korupsi (PAKSI) Provinsi Lampung menyampaikan bahwa pendidikan antikorupsi harus ditanamkan sejak dini agar menjadi bagian dari karakter setiap anak.
“Anak-anak perlu dibekali pemahaman bahwa korupsi tidak selalu berbentuk penyalahgunaan uang negara. Perilaku tidak jujur, menyontek, berbohong, hingga mengambil hak orang lain merupakan bibit-bibit perilaku koruptif yang harus dicegah sejak dini,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Pemkab Lampung Timur menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program yang bertujuan memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel, sekaligus membangun budaya antikorupsi di lingkungan pendidikan maupun masyarakat.
Agusrina juga mengajak seluruh elemen masyarakat, tenaga pendidik, orang tua, dan peserta didik untuk bersama-sama menjadi teladan dalam membangun budaya jujur dan berintegritas demi mewujudkan Lampung Timur yang maju, sejahtera, dan bebas dari praktik korupsi. (*)