Tidak Bisa Diprediksi!! Harga Cabai Anjlok, Petani Metro Kibang Minta Perhatian Pemda

| π•Ώπ–Šπ–—π–Žπ–’π–†π–π–†π–˜π–Žπ– π•΅π–†π–‰π–Ž π•»π–Šπ–’π–‡π–†π–ˆπ–† π•Ύπ–Šπ–™π–Žπ–†.

Klik Gambar

Lampung Timur-Halopaginews.com- Harga Cabai di Kecamatan Metro Kibang, Kabupaten Lampung Timur, anjlok tajam. Para petani mengaku terpukul karena harga jual di tingkat pengepul (bakul) hanya berkisar Rp15 ribu per kilogram, Rabu (04/03/2026).

Solikin, salah satu petani cabai setempat, mengungkapkan kekecewaannya saat ditemui di lahan panennya.

β€œPanen kali ini diambil bakul cuma Rp15 ribu per kilo. Sedih rasanya. Untuk modal nanam saja untung-untungan bisa pulang. Berangkat pagi, pulang sore, tidak ada untungnya, malah buntung,” ujarnya dengan nada lemas.

Baca Juga :  Seorang Warga Ditangkap Sat Res Narkoba Polres Lamtim, Diduga Edarkan Narkotika

Menurutnya, biaya produksi seperti pupuk, obat-obatan, dan tenaga kerja terus meningkat. Sementara harga jual justru merosot saat panen raya. Kondisi serupa juga disampaikan Wan, warga Metro Kibang yang turut merasakan dampak anjloknya harga cabai.

β€œKami berharap pemerintah daerah Kabupaten Lampung Timur bisa lebih memperhatikan petani cabai di Metro Kibang. Jangan sampai harga jatuh terus seperti ini. Kami ingin harga stabil, tidak tinggi sekali, tapi juga jangan sampai merugikan petani,” katanya.

Para petani menilai, saat panen serentak, harga kerap jatuh karena pasokan melimpah tanpa diimbangi pengaturan distribusi yang baik. Mereka berharap ada langkah konkret dari pemerintah daerah, baik melalui pengawasan harga, akses pasar yang lebih luas, maupun program stabilisasi.

Baca Juga :  Ini Pesan Dandim 0429/Lamtim Pada Acara Pengukuhan Paskibraka Terpilih

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai langkah antisipasi atas anjloknya harga cabai di Metro Kibang. Petani berharap suara mereka didengar, agar jerih payah di ladang tidak lagi berakhir dengan kerugian. (*)

Dilaporkan oleh : Redaksi Umum