Klik Gambar

Padang Ratu-Halopaginews.com- Tim Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Mabes TNI menggelar kegiatan sosialisasi dan edukasi lingkungan bertempat di SMA Ma’arif 05 Padang Ratu, Kecamatan Padang Ratu, Kabupaten Lampung Tengah, pada Rabu (9/9/2026).
Kegiatan kali ini berfokus para siswa dan dewan guru sebagai bagian dari upaya penanaman kesadaran menjaga ekosistem sejak dini.
Personel Tim Satgas Karhutla Mabes TNI yang hadir dalam kegiatan antara lain, Brigjen Fery Marpaung, Brigjen TNI (Mar) Toni Kurniawan, Kolonel Inf Andi Kusworo, S.E, Kolonel (Lek) Putu Widiyantara, Kolonel (Tek) Iman Nugroho, Letkol Laut (T) Marno, Letkol Laut (KH) Hari DP, Mayor Cpm Zaenal Makruf (Irdavermat Itutben Itpuspomad), didampingi Mayor Inf Bagus Setiawan (Pasi Intel Dim 0410/KBL), Kapten Inf Zaenuri (Pasi Intel Dim 0411/KM).
Rombongan Tim Satgas Karhutla tersebut disambut hangat oleh Unsur Pimpinan Kecamatan (Uspika) Padang Ratu, Pubian, dan Selagai Lingga. Turut hadir dalam penyambutan tersebut Kapolsek Padang Ratu AKP Edi Suhendra, S.H., Kepala Sekolah SMA Ma’arif 05 Rohmat, S.Pd.I., tokoh agama, para kepala kampung se-Kecamatan Padang Ratu, serta puluhan pelajar yang antusias mengikuti acara.
Mewakili Tim Mabes TNI, Kolonel Inf Andi Kusworo, S.E. (Pamen Denmabesad) menyampaikan sambutan utama mengenai pentingnya peran Operasi Militer Selain Perang (OMSP) dalam membantu pemerintah daerah menjaga kelestarian lingkungan. Beliau menegaskan bahwa ancaman karhutla tidak hanya merusak vegetasi alam, tetapi juga memicu kabut asap yang membahayakan kesehatan paru-paru serta mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolah.
Dalam penyampaiannya, Kolonel Inf Andi Kusworo menggarisbawahi alasan penunjukan lingkungan sekolah sebagai pusat edukasi. Generasi muda dinilai memiliki jaringan sosial dan energi yang kuat untuk menjadi agen perubahan (agent of change) di tengah masyarakat. Para siswa diharapkan dapat mengedukasi keluarga dan lingkungan sekitar agar tidak membuang puntung rokok sembarangan maupun membuka lahan pertanian dengan cara dibakar.
Selain edukasi pencegahan dasar, pihak Mabes TNI juga mengimbau para siswa dan warga untuk tanggap melapor jika menemukan indikasi kepulan asap atau titik api sekecil apa pun di sekitar pemukiman dan perkebunan. Laporan cepat dapat disampaikan kepada dewan guru, orang tua, maupun aparat teritorial terdekat seperti Babinsa dan Bhabinkamtibmas agar penanganan awal dapat segera dilakukan sebelum api meluas.
Seluruh rangkaian acara yang meliputi menyanyikan lagu Indonesia Raya, pemaparan materi, sesi tanya jawab, hingga foto bersama berakhir pada pukul 11.45 WIB dengan situasi tertib, lancar, dan aman. Melalui edukasi ini, diharapkan tercipta sinergi yang makin kuat antara aparat TNI, pihak sekolah, dan masyarakat dalam mewujudkan wilayah Lampung Tengah yang bebas dari bencana asap karhutla. (*)