Akses Transportasi Jalan Ke Desa Kali Pasir Way Bungur Sangat Kesulitan, Ini Keluhannya Warga!

| 𝕿𝖊𝖗𝖎𝖒𝖆𝖐𝖆𝖘𝖎𝖍 𝕵𝖆𝖉𝖎 𝕻𝖊𝖒𝖇𝖆𝖈𝖆 𝕾𝖊𝖙𝖎𝖆.

Klik Gambar

Lampung Timur-Halopaginews.com- Akses transportasi di Desa Kali Pasir, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, masih menghadapi kesulitan besar. Sungai Batanghari yang membentang di perbatasan desa menjadi penghalang utama warga untuk bepergian ke desa tetangga maupun ke pusat pemerintahan Kabupaten.

Setiap hari, warga Desa Kali Pasir yang hendak menuju Desa Tanjung Tirto atau sebaliknya harus menggunakan perahu. Jalur sungai menjadi satu-satunya pilihan mobilisasi masyarakat.

Tidak hanya pejalan kaki dan pengendara sepeda motor, kendaraan roda empat juga bergantung pada jasa perahu penyeberangan. Pemandangan mobil yang menaiki perahu sudah menjadi hal biasa bagi warga sekitar.

Baca Juga :  Kodim 0411/KM Gelar Doa Bersama Peringati Tahun Baru Islam 1448 H/2026 M

Satu perahu penyeberangan di sungai itu mampu mengangkut hingga empat mobil sekaligus. Tarif untuk satu mobil ditetapkan sebesar Rp 50 ribu sekali jalan.

Meski hanya butuh waktu sekitar 10 menit dari Desa Tanjung Tirto menuju Desa Kali Pasir, keterbatasan akses ini sudah lama dirasakan warga.

Foto, Perahu Tongkang
Foto, Perahu Tongkang

Bagi masyarakat yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani, biaya penyeberangan bukan hal ringan. Namun, tidak ada alternatif lain kecuali tetap mengandalkan perahu.

Kepala Desa Kali Pasir, Joko Supriyanto, mengakui bahwa kondisi infrastruktur menjadi persoalan mendasar bagi warganya. Ia menyebut akses menuju ibu kota Kabupaten Lampung Timur hanya bisa ditempuh lewat jalur sungai.

Baca Juga :  Kodim 0429/Lamtim Latih Paskibra Tingkat Kabupaten Jelang HUT RI Ke-77

“Tidak ada jalan darat langsung menuju kabupaten. Kalau warga ingin ke sana, ya harus menyeberang dulu menggunakan perahu,”ujarnya.

Di tengah keterbatasan itu, kabar baik datang dari investor asing. Perusahaan otomotif asal Jepang, PT UPTY GLOBAL Co. Ltd., berencana membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Otomotif di Desa Kali Pasir.

Menurut Joko, kehadiran sekolah tersebut diharapkan mampu memberi harapan baru bagi generasi muda desanya.

“Kalau nanti berdiri SMK otomotif, anak-anak kita bisa belajar ilmu yang bermanfaat. Bahkan setelah lulus, mereka berpeluang bekerja ke Jepang. Itu akan membantu memperbaiki ekonomi keluarga,”kata Joko. (*)

Dilaporkan oleh : Redaksi Umum

Eksplorasi konten lain dari halo pagi news

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca