Dr. Wahdi di Forum POGI: Turunkan AKI Harus “Keroyokan” Demi Generasi

| 𝕿𝖊𝖗𝖎𝖒𝖆𝖐𝖆𝖘𝖎𝖍 𝕵𝖆𝖉𝖎 𝕻𝖊𝖒𝖇𝖆𝖈𝖆 𝕾𝖊𝖙𝖎𝖆.

Klik Gambar

Jakarta-Halopaginews.com- Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Dr. H. Wahdi Siradjuddin, Sp.OG(K), M.H.menjadi narasumber dalam 2 agenda nasional terkait kesehatan ibu dan anak,pada Rabu (23/7/2026).

Agenda pertama, Dr. Wahdi menghadiri Peluncuran Kerangka Kerja Nasional Penurunan Kematian Ibu dan Anak Tahun 2026-2030 yang digelar Kementerian Kesehatan RI bersama UNICEF di Jakarta.

Dalam paparannya, Dr. Wahdi menyampaikan keprihatinan karena AKI Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya.

“AKI di Indonesia berada pada jalur yang tepat untuk mencapai RPJMN 2024, namun MASIH LEBIH TINGGI DIBANDINGKAN negara-negara ASEAN lainnya. Berdasarkan data BPS 2023 dan Kemenkes RI, AKI Indonesia tercatat 183 per 100.000 kelahiran hidup,” ujar Dr. Wahdi.

Foto, Istimewa
Foto, Istimewa

Agenda kedua, Dr. Wahdi menyampaikan sambutan pada Pertemuan Ilmiah Tahunan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) / Borneo Obstetric Gynecology Annual Scientific Conference.

Baca Juga :  RESMOB POLSEK CILINCING KEMBALI GAGALKAN AKSI TAWURAN DENGAN MENGAMANKAN 3 ORANG REMAJA PELAKU AKSI TAWURAN

Dari rekaman video, terlihat Dr. Wahdi tampil dengan kemeja batik merah di atas podium berlogo BOG. Di layar besar tampil slide bertajuk “I.PENDAHULUAN – Visi Besar yang Membumi” dan “Program penurunan Kesejahteraan Perempuan”.

Di hadapan dokter spesialis Obgyn se-Indonesia, Dr. Wahdi menekankan pentingnya visi besar dalam pembangunan kesehatan.

“Kita menurunkan angka kematian ibu untuk generasi yang kita harapkan. Jika pondasi ini tidak kita jalankan tentu harapan tidak sesuai. Makanya perlu keroyokan,”tegas Dr. Wahdi.

Lebih lanjut, beliau menyoroti disparitas AKI antar provinsi. Beberapa provinsi bahkan masih mencatatkan AKI di atas 300 per 100.000 kelahiran hidup, padahal target SDGs 2030 adalah 70 per 100.000 kelahiran hidup. Penyebab utama kematian ibu masih didominasi perdarahan, hipertensi dalam kehamilan, dan infeksi.

Baca Juga :  Koperasi Pasar Ciputat Mandiri Solusi Pembiayaan Pedagang

“Penurunan AKI ini butuh kerja bersama. Tidak bisa hanya Kemenkes. Pemerintah daerah, organisasi profesi, dan masyarakat harus bergerak bersama agar setiap ibu bisa melahirkan dengan selamat,”pungkasnya.

Dr. Wahdi menegaskan berkomitmen penuh mendukung Kerangka Kerja Nasional 2026-2030 dengan menguatkan sistem rujukan, peningkatan kapasitas nakes, dan edukasi ke masyarakat, “tutupnya.

Dr wahdi menyampaikan kepada media halopaginews.com melalui Via Watshapp (Red)

Dalam Forum POGI & Peluncuran Kerangka Kerja Nasional 2026-2030

Jakarta, 23 Juli 2026

Data: AKI Indonesia 183/100.000 KH
Solusi: SDM, Tata Kelola, dan KEROYOKAN semua pihak

Karena ibu sehat = generasi kuat
#DrWahdi #POGI #KerangkaKerjaNasional #KesehatanIbuAnak #PemkotMetro

Dilaporkan oleh : Redaksi Umum

Eksplorasi konten lain dari halo pagi news

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca