Dukung Ketahanan Pangan, Babinsa Koramil Batanghari Gropyokan Tikus 

| 𝕿𝖊𝖗𝖎𝖒𝖆𝖐𝖆𝖘𝖎𝖍 𝕵𝖆𝖉𝖎 𝕻𝖊𝖒𝖇𝖆𝖈𝖆 𝕾𝖊𝖙𝖎𝖆.

Klik Gambar

Lampung Timur-Halopaginews.com- Babinsa Koramil 429-12/Batanghari Kodim 0429/Lamtim Serka Yuli Purwanto melaksanakan gotong royong gropyokan tikus di areal persawahan Desa Banarjoyo, Kecamatan Batanghari, Minggu (28/6/2026).

Selain Babinsa turut hadir, Kades Banarjoyo, Bhabinkamtibmas Polsek Batanghari, Penyuluh Pertanian Desa Banarjoyo serta warga masyarakat setempat.

Meskipun metode tradisional, gropyokan tikus lebih efektif, murah dan ramah lingkungan. Karena gropyokan biasanya dilakukan dengan cara-cara dan alat sederhana.

Disela kegiatan, Babinsa Serka Yuli Purwanto menuturkan, ini bukan pembunuhan masal asal-asalan melainkan operasi militer ketahanan pangan versi petani mengingat tikus salah satu hama yang mengancam kedaulatan dan ketahanan pangan.

Baca Juga :  Polda Lampung Siapkan 68 Pos Pengamanan Dan Pelayanan Demi Kelancaran Libur Nataru 2024-2025

“Jika 1 betina mampu beranak 5-12 ekor, 5-7 kali dalam setahun. Dan tikus makan 15-20 gram padi/hari. 1000 ekor = 15-20Kg/ hari hilang, kalau dibiarkan petani bisa gagal panen”, kata Babinsa.

Terpisah Danramil 429-12/Batanghari Kapten Kav Afrizal menambahkan, kehadiran Babinsa merupakan bukti nyata TNI hadir turut serta menjaga ketersediaan bahan pangan terutama padi di Kabupaten Lampung Timur.

“Ketahanan pangan dimulai dari sawah. Saya pesan kepada para Babinsa jangan pernah malu bahkan ragu kotor karena rakyat. Karena kehormatan TNI ada di senyum petani yang panennya berhasil”, jelas Danramil.

Lebih lanjut Danramil menyampaikan, dalam kegiatan gropyokan bukan hanya saja membasmi tikus agar tidak menggangu pertanian masyarakat tetapi bagaimana semangat gotong-royong yang sudah mulai terkikis zaman kembali timbul sehingga semakin menguatkan kemanunggalan TNI dengan Rakyat.

Baca Juga :  Viral!! Polisi Ungkap Kasus Pembegalan Sepeda Motor Di Way Bungur

“Racun tikus bisa dibeli, tetapi semangat gotong-royong tidak bisa dibeli. Gropyokan adalah latihan perang melawan kelaparan. Dan perang ini TNI bersama rakyat harus menang”,tegasnya.

Selama masih ada Babinsa yang mau turun sawah, selama masih ada warga yang mau gopyok bareng, maka lumbung kita akan tetap penuh. Karena menjaga beras rakyat, sama mulianya dengan menjaga bendera Merah Putih. (PENDIM0429)

Dilaporkan oleh : Redaksi Umum

Eksplorasi konten lain dari halo pagi news

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca