Halopaginews.com|Kamis, 21 Oktober 2021, Jam 13.00 WIB
Dalam mencapai target 50 juta masyarakat Indonesia untuk mendapatkan Literasi di bidang Digital hingga 2024 oleh Presiden Jokowi, Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung. KECAKAPAN DIGITAL, KEAMANAN DIGITAL, ETIKA DIGITAL dan BUDAYA DIGITAL merupakan 4 (empat) pilar yang diberikan dalam kegiatan webinar Literasi Digital 2021.
Gubernur Lampung, Ir. H. Arinal Djunaidi menjadi keynote speaker dalam webinar dengan tema besar KEBEBASAN BEREKSPRESI DI DUNIA DIGITAL, yang dipaparkan oleh para nara sumber Nasional dan Lokal yang mempunyai kompetensi di bidangnya serta seorang Key Opinion Leader yang memberikan sharing session di akhir webinar.
Apriansyah, SH Founder KBM memberikan contoh berekspresi di dunia digital yaitu membuat konten dan di upload di media sosial, membuat atikel atau blog dan sebagainya. Aprianto juga menjelaskan tentang bertransaksi di dunia digital (non tunai) dengan beberapa model antara lain menabung, transfer, top up, belanja, investasi melalui perangkat digital (e wallet, mobile banking, toko online). Manfaat transaksi digital diantaranya praktis, cepat, mudah, aman dapat dilakukan dimana saja. Walaupun kebebasan berekpresi dilindungi oleh undang undang, tapi tetap ada rambu rambu yang diberikan yaitu UU ITE dan yang harus diingat adalah jejak rekam digital kita yang sulit dihapus seperti yang dijelaskan oleh Dr. Rozi Sastra Purna,M.Psi.Psikologi Dosen UNAND bahwa ada 2 jenis jejak rekam digital yaitu pasif (tidak disadari) contohnya saat browsing, G Map, IP dan aktif (dengan sadar ditinggalkan) misalnya mengirim email, upload file, komentar di media sosial. Kita harus hati hati dengan jejak rekam kita yang seperti bom waktu. Ada potensi bahaya dimana jika lalai maka data kita akan disalah gunakan untuk kejahatan siber. Tinggalkan jejak rekam yang positif karena hal tersebut mencerminkan pribadi kita.
Refomarvio Bakri Ketua Umum Indonesian Training Forum memaparkan tentang media sosial menjadi sarana demokrasi dan toleransi. Media sosial berguna sebagai wadah positif dalam demokrasi terutama dalam kampanye pemilu dan kepentingan politik juga sebagai penyuara aspirasi dan kontrol sosial. Jangan sampai media sosial digunakan untuk perpecahan bangsa dengan menyebarkan hoax, kebencian, menjatuhkan salah satu kelompok atau individu. Dr. Nur Kholisoh,M.Si Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana mengajak kita untuk memanfaatkan media sosial saat pandemi covid 19. Kita mempunyai kemampuan apa, passion apa dan hobi apa yang bisa disalurkan melalui media sosial misalnya menjual jasa konten, tutorial di youtube, jualan di what apps, instagram dan face book. Tips bisnis melalui media sosial dengan melakukan manfaatkan tools yang ada, selalu ikuti tren di media sosial, tentuka media sosial yang cocok dan sebagainya. Key Opinion oleh Tenny Clemenstine, Drummer dan Youtuber yang mengajak kita untuk menjaga bahasa santun, sopan dan menghargai pendapat orang lain dalam mengekspresikan diri kita. Jangan sampai kita dianggap provokator dalam mengomentari suatu isu yang ada.

Baca Juga :  LITERASI DIGITAL KABUPATEN LAMPUNG TENGAH – PROVINSI LAMPUNG

Sabtu, (23/10/21)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here