Halopaginews.com|Kamis, 9 September 2021, Jam 13.00 WIB
Jejaring Internet memilki banyak keunggulan, salah satunya adalah menjadi dunia digital untuk memperkenalkan kebudayaan. Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera di 77 Kab/Kota dari Aceh hingga Lampung. 4 kerangka digital yang akan diberikan dalam kegiatan tersebut, antara lain DIGITAL SKILLS: PEMANFAATAN INTERNET UNTUK MENYEBARKAN KONTEN POSITIF BAGI PEMUKA AGAMA, DIGITAL SAFETY: FUNGSI KEAMANAN DAN PIN PASSWORD TWO FACTOR AUTHENTICATION DAN OTP, DIGITAL CULTURE: WAWASAN KEBUDAYAAN DALAM PROSES TRANSFORMASI DIGITAL, dan DIGITAL ETHICS: MEMAHAMI ATURAN BERTRANSAKSI DI DUNIA DIGITAL
Sebagai Keynote Speaker adalah Gubernur Provinsi Lampung yaitu, Ir. H. Arinal Djunaid. yang memberikan sambutan pembuka dalam mendukung Literasi Digital Kominfo 2021.
Webinar membahas tentang PENTINGNYA INTERNET UNTUK PENGENALAN BUDAYA oleh para narasumber yang mempunyai kompetensi di bidang masing-masing serta seorang Key Opinion Leader yang akan memberikan sharing session.
Pembahasan tentang transformasi digital merubah banyak perilaku, interaksi, dan budaya. Generasi milenial memiliki budaya kerja yang kreatif, karena ingin bekerja dari pekerjaa kantor yang formal, ingin mencari pekerjaan yang lebih membutuhkan kreativitas, serta ingin bekerja dengan rekan kerja yang kreatif. Perlu diketahui bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat majemuk dalam arti masyarakat yang berangkai, campuran, atau gabungan dari berbagai ragam yang membentuk satu kesatuan. Budaya digital menjadi syarat dalam melakukan transformasi digital karena penerapan budaya digital lebih kepada mengubah pola pikir agar dapat beradaptasi dengan perkembangan digital. Menurut Anggun Yanuar pada awal tahun 2020 lalu kita merasakan yang awalnya manual tetapi jadi dibatasi, kita harus terbiasa dan menerima untuk melakukan transofrmasi digital. Selain itu dalam pentingnya internet terdapat digital etik yang menjadikan perilaku individu sulit untuk di atur dengan tujuan untuk mendefinisikan tanggung jawab sosial. Masalah yang kerap dihadapi oleh digital etik meliputi kekayaan intelektual, privasi, keamanan, dan diskriminasi gender.
Meski begitu, terdapat hal-hal positif yang dapat dilakukan saat menggunakan internet, antara lain memiliki kemampuan memilih hal–hal bermanfaat di media sosial, fokus pada hal–hal bermanfaat yang menjadi indikator untuk memberdayakan diri dan perbaikan kualitas hidup. Menjadikan internet sebagai tempat yang aman bagi kita semua, di antaranya pikirkan dahulu sebelum menerima sebuah permintaan, pikirkan dulu sebelum mengirimkan sesuatu, dan pikirkan dulu sebelum membagikan sesuatu.

Baca Juga :  Pengangkatan Advokat tahun 2021

Selasa, 26/10/21

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here