Foto, Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan PWI Lampung, JuniardiMengecam Sikap Aksi Intimidasi Terhadap Wartawan Saat Liputan
Foto,Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan PWI Lampung, Juniardi Mengecam Sikap Aksi Intimidasi Terhadap Wartawan Saat Liputan

Bandar Lampung-(HPN)-  Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan PWI Lampung, Juniardi mengecam sikap Aksi Intimidasi Wartawan dan Arogansi Dua Satpam Kantor BPN Kota Bandar Lampung, melarang wartawan melakukan liputan peristiwa hingga perampasan peralatan kerja Jurnalistik. Senin (24/01/2022)

Juniardi menyebut aksi intimidasi terhadap wartawan dan perampasan alat kerja itu tidak hanya kriminal tapi juga bertentangan dengan hukum dan hak asasi manusia (HAM). “Aksi kekerasan intimidasi, melarang liputan, itu pidana, dan melanggar UU,” Ucapnya Juniardi.

Foto, Dua Orang Satpam di BPN Bandar Lampung
Foto, Dua Orang Satpam di BPN Bandar Lampung

Kekerasan yang dimaksud yakni dua petugas Satpam terhadap dua wartawan saat meliput sekelompok masyarakat yang mempertanyakan lima tahun pengurusan sertifikat tanah yang tak kunjung rampung.

“Terlebih ini dilakukan oleh Satpam, yang harusnya sudah bisa paham tetang kerja kerja pers. Jangan jangan satpam itu tidak pendidikan Satpam, yang notabene di bawah naungan Polri,” katanya.

Menurutnya, wartawan tidak boleh mengalami intimidasi dan kekerasan saat peliputan. Sebab, wartawan dilindungi undang-undang. “Wartawan dilindungi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Maka, kekerasan kepada wartawan sangat disayangkan,” kata dia.

Baca Juga :  Polda Lampung, Langsung Cek Terkait Selisih Harga Tiket dan Jadwal Keberangkatan Pemudik

Juniardi meminta Kementerian BPN melakukan evaluasi terhadap BPN Kota Bandar Lampung, yang kerap bermasalah. Sebab sebagai badan publik yang melayani kepetingan publik soal pertanahan BPN Kota Bandar Lampung justru terkesan menjadi sarang preman. “Kita akan pelajari peristiwa yang terjadi, dan mengumpulkan bukti dan saksi untuk melaporkan kasusnya ke Polisi,”Jelasnya.

Dua orang Wartawan di Bandar Lampung Mendapat Intimidasi Saat Meliput di Kantor BPN Bandar Lampung.

Sebelumnya.

Bandar Lampung– Dua orang media di Bandar Lampung mendapat intimidasi dari tiga orang Satpam di depan Kantor BPN Kota Bandar Lampung. Dua orang media dari Lampung Post dan Lampung TV. Senin, 24 Januari 2022.

Sikap Intimidasi wartawan itu berawal sekitar pukul 12:06 Wib, saat dua orang wartawan ingin meliput puluhan Kelompok Masyarakat (Pokmas) mendatangi kantor BPN Bandar Lampung, untuk mempertanyakan sertifikat yang di daftarkan sejak tahun 2017 sampai saat ini belum terbit.

Saat itu wartawan Lampung TV Dedi Kapriyanto dan Lampung Post Salda Andala mengambil gambar dari halaman,  puluhan Pokmas masuk kantor BPN, tak lama berselang tiga orang Satpam menghampiri dan ingin merampas handphone dan handycam karena di larang untuk meliput.

Baca Juga :  Declaration PRB Lampung Not Blood But We Are Brother

Satu orang satpam wanita itu langsung merampas  hingga handycam  milik  wartawan Lampung TV Dedi Kapriyanto eror. Begitupun satpam pria atas nama Haris Rusdi ingin merampas handphone milik wartawan Lampung Post salda Andala dan memaksanya untuk menghapus hasil gambar.

“Kita punya privasi pak, gak boleh asal-asal,”katanya kata satpam wanita tersebut.

Kemudian, Wartawan Lampung TV Dedi Kapriyanto mengatakan tugas kami kesini ingin meliput untuk kepentingan publik, puluhan Pokmas yang mendatangi kantor BPN.

“Gak bisa ini kami untuk kepentingan publik, bukan untuk kepentingan pribadi, gak bisa mbak larang-larang,”ujarnya.

Kemudian satpam pria atas nama  Haris Wahyudi mengusir  wartawan dan memerintahkan untuk menghapus gambar dan vidio yang di ambil sebelumnya. “Hapus -hapus itu, silahkan pergi,”katanya.  (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here