Wartawan di Intervensi, Pimpred Mitrapol.com Akan Tempuh Jalur Hukum

Ilustrasi

| π•Ώπ–Šπ–—π–Žπ–’π–†π–π–†π–˜π–Žπ– π•΅π–†π–‰π–Ž π•»π–Šπ–’π–‡π–†π–ˆπ–† π•Ύπ–Šπ–™π–Žπ–†.

Banten-(HPN)- Akibat tidak terima wartawannya merasa diancam dan diintimidasi oleh oknum tertentu. Pimpinan Redaksi Media Mitrapol.com Jakarta akan melakukan langkah hukum dengan membuat laporan ke pihak berwajib.

Pernyataan ini disampaikan, Dadang Rachmat, SH selaku Pimpinan Redaksi dari Media Mitrapol.com yang menegaskan akan mengambil langkah hukum terkait pengancaman oleh oknum diduga preman kepada wartawan Mitrapol Biro Pandeglang – Banten.

” Saya akan melakukan langkah hukum, kami pihak redaksi tidak terima atas perlakuan dari salah satu pemilik Agen LPG 3 kg bersubsidi atas kinerja atau karya tulis wartawan saya yang berujung pengancaman dan intimidasi,” tegas Dadang selaku Pimred Mitrapol.com, kamis, 11/10/23.

Ditambahkannya, ” Maksud mereka apa dengan menelpon wartawan kami ketika sudah naik pemberitaan, dan katanya dia asli warga orang Carita, dan akan melabrak wartawan saya,” lanjutnya.

Masih dikatakan oleh Dadang Rachmat, SH, ” Kami mendidik wartawan kami sesuai dengan tufoksi jurnalis, sebelum menulis suatu berita mereka akan mencari informasi dari beberapa sumber, dan bukan menulis berita yang katanya dan bukan hasil investigasi atau pengumpulan informasi,” kata Dadang.

Kembali ditegaskan, Dadang Rachmat, SH bahwa sebelum wartawan kami menayangkan berita itu, pastilah harus berdasarkan informasi yang mereka gali dan setidaknya ada rekaman untuk sebagai data dan agar tidak terciptanya berita hoax. Kemudian, dalam penayang berita itu selalu mengedepankan praduga tidak bersalah. Apabila memang mereka merasa dirugikan atas pemberitaan wartawan kami, kami siap disomasi atau dilaporkan ke dewan pers,” tegasnya.

Peru diketahui,” semua rekaman perbincangan antara wartawan kami dengan pemilik agen tabung gas LPG 3 kg bersubsidi PT. Lautan Mas Gas Permata, jelas didalam perbincangan mereka bahwa wartawan kami sudah diintervensi dan bahkan diancam akan dilabrak, wawww gagah sekali, ini negara hukum, semua memiliki hak yang sama terkait hukum, dan satu lagi jika dugaan – dugaan yang ditulis itu misalkan benar sudah menyalahi aturan bagaimana,” tanyanya.

Sementara itu, Royen Siregar wartawan Mitrapol yang di intervensi bahkan diancam ini membenarkan apa yang dialaminya, dan merasa tidak terima atas perlakuan dari pemilik Agen LPG 3 kg bersubsidi tersebut dan mengatakan sesama manusia harus saling memaafkan dan semua dikembalikan bagaimana keputusan pimpinan Redaksi.

Jadi begini kronologisnya, setelah naik pemberitaan di Media Mitrapol.com yang berjudul ” Diduga melanggar aturan, Pangkalan Tini Suhartini alamat Desa Sukajadi, beroperasi di Desa Carita”

Atas pemberitaan tersebut, sekira pada pukul 18 : 15 WIB pas adzan Maghrib, wartawan Mitrapol ditelpon oleh pak Didi sebagai pemilik Agen PT. Lautan Mas Gas Permata dan memarahi saya dengan nada tinggi, dan mengancam akan melabrak dan mengatakan mereka asli orang Carita, dan memiliki saudara banyak.

Kata – kata yang disampaikan oleh mereka sebagai berikut.

” Eh Togar, saya tau anda , Saya tau anda Togar, saya orang Carita, saya punya keluarga dicipacung, tau medi turus, Marta”.ucapnya.

” Saya tau kamu Togar, saya asli orang Carita, dilabrak kamu nanti, ketika saya menjelaskan, jika memang tidak terima dengan pemberitaan saya silahkan laporkan dan buatkan somasi. Tetapi, pak Didi ini makin menjadi dan tiba – tiba adiknya ikut mengancam saya”.

Kemudian, suara mereka semakin menjadi ngegas dan makin mengancam.

” Awas hati – hati dia Togar, keluarga saya orang Cipacung awas dia, dilabrak dia ku aing, ulah macam – macam dia Togar. Aing orang Carita dia, besok saya ke Carita awas dia”.tegasnya.

Terakhir, Royen menyatakan “Tetapi mereka masih ngegas seakan tidak terima atas pemberitaan, mereka mengintervensi dan mengatakan membuat berita itu tidak jelas, dalam percakapan whatsapp. Jelas dalam pemberitaan kita tetap mempergunakan azas praduga tidak bersalah, dan semua yang saya sudah tulis sesuai dari apa hasil investigasi dan hasil penggalian informasi saya,” kata Royen.

Lalu, “Setelah saya jelasin semuanya, mereka reda dengan nada mulai merendah dan tetap seakan menyalahkan saya sebagai pemberita. Mereka meminta maaf atas nada, dan sudah mengancam, yang jelas semua perbincangan ada rekaman, dan seperti apa langkah kedepannya semua bagaimana langkah pimpinan Redaksi saya aja, mereka meminta maaf yah tetap saya maafkan tapi langkah selanjutnya bagaimana pimpinan saya,” tutup Royen Siregar sebagai wartawan Mitrapol Biro Pandeglang – Banten. (*)

Dilaporkan oleh : Redaksi Umum