Kepemimpinan Kota Metro Dipertanyakan, Wali Kota Pilih Umroh di Tengah Carut-Marut Pemerintahan

| π•Ώπ–Šπ–—π–Žπ–’π–†π–π–†π–˜π–Žπ– π•΅π–†π–‰π–Ž π•»π–Šπ–’π–‡π–†π–ˆπ–† π•Ύπ–Šπ–™π–Žπ–†.

Klik Gambar

Kota Metro-Halopaginews.com- Ditengah dirundung carut-marut pemerintahan pasca penahanan mantan pejabat PUTR Metro dan sejumlah pihak rekanan terkait kasus korupsi pembangunan jalan.

Di saat publik menantikan ketegasan pemimpin daerah, Wali Kota Metro justru memilih meninggalkan Kota Metro untuk menunaikan ibadah umroh.

Praktisi hukum Kota Metro, Okta Virnando, SH., MH., menilai langkah tersebut sebagai bentuk abai terhadap tanggung jawab kepemimpinan.

Baca Juga :  Bupati Lamtim Didampingi Babinsa Way Jepara Hadiri Peresmian Penyerahan Kunci Bedah Rumah Program Karang Taruna

“Di tengah krisis kepercayaan publik, seorang kepala daerah seharusnya hadir, memberi arah, dan menguatkan birokrasi. Bukan justru pergi meninggalkan rakyatnya. Pertanyaan besar kemudian muncul, apakah keberangkatan ini sudah sesuai prosedur dan mendapat izin Mendagri? Jika tidak, ini jelas cacat secara hukum dan mencederai tata kelola pemerintahan,”ucapnya Okta, kepada media ini, Sabtu (30/8/29).

Baca Juga :  Boleh Saja Calon Sekda Dari Luar Daerah! Terpenting Asalkan Mampu Mengelola Administrasi Pemerintahan Daerah

Menurutnya, seorang Wali Kota tidak hanya bertugas menjalankan administrasi, tetapi juga wajib menjadi simbol kehadiran negara di daerah. “Kepemimpinan itu diuji saat krisis. Jika memilih pergi di saat genting, maka rakyat wajar mempertanyakan komitmen dan keberpihakannya,” pungkasnya. (*)

Dilaporkan oleh : Redaksi Umum