Kepemimpinan Kota Metro Dipertanyakan, Wali Kota Pilih Umroh di Tengah Carut-Marut Pemerintahan

| 𝕿𝖊𝖗𝖎𝖒𝖆𝖐𝖆𝖘𝖎𝖍 𝕵𝖆𝖉𝖎 𝕻𝖊𝖒𝖇𝖆𝖈𝖆 𝕾𝖊𝖙𝖎𝖆.

Klik Gambar

Kota Metro-Halopaginews.com- Ditengah dirundung carut-marut pemerintahan pasca penahanan mantan pejabat PUTR Metro dan sejumlah pihak rekanan terkait kasus korupsi pembangunan jalan.

Di saat publik menantikan ketegasan pemimpin daerah, Wali Kota Metro justru memilih meninggalkan Kota Metro untuk menunaikan ibadah umroh.

Praktisi hukum Kota Metro, Okta Virnando, SH., MH., menilai langkah tersebut sebagai bentuk abai terhadap tanggung jawab kepemimpinan.

Baca Juga :  Wali Kota Metro Resmi Melantik Pengurus Tim Penggerak PKK Kota Metro Masa Bakti 2025-2030

“Di tengah krisis kepercayaan publik, seorang kepala daerah seharusnya hadir, memberi arah, dan menguatkan birokrasi. Bukan justru pergi meninggalkan rakyatnya. Pertanyaan besar kemudian muncul, apakah keberangkatan ini sudah sesuai prosedur dan mendapat izin Mendagri? Jika tidak, ini jelas cacat secara hukum dan mencederai tata kelola pemerintahan,”ucapnya Okta, kepada media ini, Sabtu (30/8/29).

Baca Juga :  Ketua DPC AJO Indonesia Kota Metro, Lakukan Vasinasi Covid-19

Menurutnya, seorang Wali Kota tidak hanya bertugas menjalankan administrasi, tetapi juga wajib menjadi simbol kehadiran negara di daerah. “Kepemimpinan itu diuji saat krisis. Jika memilih pergi di saat genting, maka rakyat wajar mempertanyakan komitmen dan keberpihakannya,” pungkasnya. (*)

Dilaporkan oleh : Redaksi Umum

Eksplorasi konten lain dari halo pagi news

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca