Pesona Megalitikum Batu Brak, Warisan Leluhur yang Menakjubkan

| 𝕿𝖊𝖗𝖎𝖒𝖆𝖐𝖆𝖘𝖎𝖍 𝕵𝖆𝖉𝖎 𝕻𝖊𝖒𝖇𝖆𝖈𝖆 𝕾𝖊𝖙𝖎𝖆.

Klik Gambar

Lampung Barat – Keberadaan Situs Megalitikum Batu Brak menjadi bukti nyata bahwa wilayah Lampung Barat menyimpan kekayaan sejarah yang luar biasa. Situs peninggalan zaman megalitikum ini terus menarik perhatian wisatawan, baik lokal maupun luar daerah, yang ingin menyaksikan langsung jejak peradaban masa lampau.

Terletak di kawasan Kecamatan Kebun Tebu, situs ini menghadirkan suasana sejuk khas dataran tinggi dengan lingkungan yang tertata rapi.

Hamparan batu-batu besar yang tersusun secara unik menjadi daya tarik utama sekaligus menyimpan nilai sejarah tinggi yang diperkirakan berasal dari ribuan tahun silam.

Baca Juga :  Dinas Pendidikan Lampung Barat Klarifikasi Pengadaan Banner Sekolah, Tegaskan Sesuai Aturan BOS.

Kabid Pemasaran Disporapar Lampung Barat, Imam Sumantri mengatakan, Selain sebagai destinasi wisata, Situs Batu Brak juga memiliki nilai edukasi yang penting.

” Pengunjung dapat belajar tentang kehidupan manusia prasejarah serta memahami bagaimana nenek moyang membangun peradaban dengan peralatan yang sangat sederhana” ujarnya, (14/04/26).

Hal ini menjadikan lokasi tersebut tidak hanya sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sarana pembelajaran sejarah secara langsung.

Banyak pengunjung mengaku terkesan dengan suasana yang tenang dan sarat makna. Di tengah kesibukan dan rutinitas, keberadaan situs ini menjadi alternatif wisata yang menawarkan ketenangan sekaligus refleksi diri

Baca Juga :  Mahasiswa Unila Jurusan Pertanian, Laksanakan P3 di Pekon Giham Sukamaju

“Situs ini dikelola langsung dibawah Balai Pelestarian Cagar Budaya Kementerian dan Kebudayaan” jelasnya pula.

Imam juga berharap, Situs Megalitikum Batu Brak dapat semakin dikenal luas sebagai salah satu ikon wisata sejarah unggulan di Lampung Barat.

Bagi masyarakat yang ingin merasakan pengalaman berbeda, mengunjungi situs ini menjadi pilihan tepat.

 

Tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga menyelami jejak panjang perjalanan peradaban manusia.
(**)

Dilaporkan oleh : Redaksi Umum