SPJI Lampung Barat Angkat Suara! Dugaan Bullying di Batu Kebayan Jadi Alarm Pengawasan Anak

| 𝕿𝖊𝖗𝖎𝖒𝖆𝖐𝖆𝖘𝖎𝖍 𝕵𝖆𝖉𝖎 𝕻𝖊𝖒𝖇𝖆𝖈𝖆 𝕾𝖊𝖙𝖎𝖆.

Klik Gambar

Lampung Barat – Sudut Pandang Jurnalis Indonesia (SPJI) Lampung Barat menyayangkan peristiwa dugaan bullying atau perundungan yang melibatkan anak-anak di Pekon Batu Kebayan, Kecamatan Batu Ketulis, pada November 2026.

 

 

 

 

 

Mengetahui video yang beredar di tengah masyarakat, SPJI menilai peristiwa tersebut patut menjadi perhatian serius seluruh pihak. Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pengawasan terhadap tumbuh kembang dan perilaku anak perlu lebih ditingkatkan.

 

 

 

 

 

“Peristiwa ini harus menjadi perhatian kita bersama. Kami sangat menyayangkan kejadian tersebut. Jangan hanya menyalahkan anak-anak, tetapi mari kita melihat kembali bagaimana pola pengawasan, pendidikan, dan lingkungan pergaulan mereka selama ini,” ujar Samsul Hadi, anggota SPJI Lampung Barat.

 

 

 

 

 

Menurut Samsul, di tengah perkembangan teknologi dan semakin mudahnya akses terhadap gadget, orang tua dituntut lebih bijak dan aktif dalam mendampingi anak-anak.

 

 

 

 

Penggunaan telepon genggam perlu dibatasi sesuai usia. Orang tua juga harus memperhatikan konten yang ditonton, permainan yang dimainkan, serta interaksi anak di media sosial agar tidak terpengaruh hal-hal negatif.

Baca Juga :  Mengenal Pupuk IPOH, Solusi Praktis Penuhi 13 Unsur Hara Tanaman

 

 

 

 

 

Selain penggunaan gadget, pengawasan terhadap pergaulan anak di lingkungan tempat tinggal, aktivitas di luar rumah, hingga penggunaan kendaraan bermotor juga harus menjadi perhatian serius.

 

 

 

 

“Kami dari SPJI mengajak seluruh pihak untuk memperkuat pengawasan terhadap anak-anak. Ini bukan hanya tanggung jawab orang tua, tetapi juga membutuhkan keterlibatan semua pihak ” tegas Samsul.

 

 

 

Ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian bersama, di antaranya:

 

 

Pertama, peran orang tua. Luangkan waktu untuk berkomunikasi dengan anak, kenali teman-teman pergaulannya, berikan pendidikan moral dan agama, serta tanamkan sikap saling menghormati sejak dini.

Kedua, peran sekolah. Guru dan tenaga pendidik harus lebih peka terhadap perubahan perilaku siswa, melakukan pencegahan terhadap tindakan perundungan, serta membangun komunikasi aktif dengan orang tua

 

.

Selain itu, peran aparatur pekon. Kepala pekon beserta perangkatnya diharapkan turut memperhatikan aktivitas anak-anak di lingkungan masyarakat dan menghidupkan kembali kepedulian sosial terhadap generasi muda.

Baca Juga :  WUJUD KEPEDULIAN, BHABINKAMTIBMAS PEKON PAMPANGAN SAMBANGI DAN JENGUK BAYI PENDERITA HIDROSEFALUS

SPJI juga mengimbau para orang tua agar tidak ragu menjalin komunikasi dengan wali kelas maupun guru di sekolah

 

 

 

 

. Tanyakan perkembangan anak, bagaimana perilakunya selama mengikuti kegiatan belajar, bagaimana hubungan dengan teman-temannya, serta apakah terdapat perubahan sikap yang membutuhkan perhatian khusus.

Pencegahan harus dimulai sejak dini melalui komunikasi yang baik, keteladanan, pendidikan, serta pengawasan yang konsisten.

 

 

 

 

 

SPJI Lampung Barat berharap peristiwa di Pekon Batu Kebayan Kecamatan Batu Ketulis dapat menjadi momentum evaluasi bersama. Jangan sampai kejadian serupa kembali terulang dan berdampak buruk terhadap masa depan anak-anak.

 

 

 

 

 

“Anak-anak yang menunjukkan perilaku kurang baik bukan untuk dijauhi atau diberi cap buruk. Mereka justru harus dirangkul, diarahkan, dididik, dan dibimbing agar tumbuh menjadi pribadi yang baik, berakhlak, serta bertanggung jawab,” tutup Samsul Hadi.

 

 

 

 

Dilaporkan oleh : Redaksi Umum

Eksplorasi konten lain dari halo pagi news

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca