Klik Gambar

Pasir Sakti-Halopaginews.com- Semangat petani terpancar di hamparan persawahan Desa Pasir Sakti, Kecamatan Pasir Sakti, saat digelar Panen Raya Padi Program Petani Mitra Adhyaksa (PMA) di Desa Binaan Kejaksaan Negeri Lampung Timur,Kamis (30/7/2026).
Kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah daerah, Kejaksaan, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Panen raya dihadiri Wakil Bupati Lampung Timur Azwar Hadi, Kasi Intelijen Kejari Lamtim Arifin Nurahmana Wanda mewakili Kajari, perwakilan Kejati Lampung, Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Plt Kepala Dinas KPTPHP, perwakilan Kodim 0429/Lampung Timur, Kapolsek Pasir Sakti, Camat Pasir Sakti, dan Kepala Desa Pasir Sakti Swarto.
Kepala Desa Pasir Sakti, Swarto, menyampaikan desanya memiliki 1 Gapoktan dan 16 kelompok tani dengan luas sawah sekitar 340 hektare. Masyarakat juga mendapat dukungan Program CSR Cetak Sawah Rakyat seluas 355 hektare bersama TNI.
Ia mengakui hasil panen MT II 2026 mengalami penurunan. “MT I hasil bisa 7-8 ton per hektare. MT II ini sekitar 6,15 ton per hektare. Kendala ini akan kami evaluasi bersama penyuluh,” ujarnya.
Namun ia bersyukur harga gabah saat ini mencapai Rp7.200/kg. “Sepanjang sejarah harga tertinggi kami Rp6.500/kg. Hari ini Rp7.200. Ini kabar menggembirakan bagi petani,” katanya disambut tepuk tangan.
Kasi Intelijen Kejari Lamtim, Arifin Nurahmana Wanda, menegaskan Program PMA adalah bentuk kehadiran negara dalam mendampingi dan melindungi petani.
“Panen ini bukti ketika petani, pemerintah, dan kejaksaan berjalan bersama, potensi desa jadi kekuatan nyata. Kemitraan ini bukan buat berhadapan hukum, tapi hukum hadir memberi kepastian, perlindungan, dan pendampingan agar pertanian berjalan baik, transparan, dan terhindar dari persoalan hukum,” ujarnya.
Wakil Bupati Azwar Hadi mengapresiasi Kejari Lamtim atas pelaksanaan PMA. “Program ini sinergi sangat baik dalam mendukung pembangunan pertanian,” ujarnya.
Ia menyebut Lamtim memiliki 55.941 hektare sawah yang strategis untuk ketahanan pangan daerah, provinsi, hingga nasional. Karena itu pertanian jadi prioritas pembangunan.
Pemkab berkomitmen memperkuat pertanian lewat perbaikan irigasi, alsintan, benih unggul, pendampingan penyuluh, dan penguatan kelembagaan petani.
Azwar juga mengajak petani hadapi tantangan perubahan iklim, keterbatasan air, dan fluktuasi harga dengan teknologi, benih unggul, pemupukan berimbang, dan mekanisasi.
“Pertanian sekarang bukan pekerjaan tradisional. Dengan dukungan IPTEK, sektor ini prospeknya sangat baik dan bisa jadi sumber kesejahteraan,” pungkasnya.
Panen raya ini diharapkan jadi momentum memperkuat sinergi untuk meningkatkan produktivitas, kelembagaan petani, dan ketahanan pangan berkelanjutan di Lampung Timur. (Red)