Klik Gambar

Lampung Timur-Halopaginewscom- Ribuan langkah serentak menggetarkan panggung alam. Sebanyak 1.000 penari Tari Melinting dari kalangan pelajar dan generasi muda tampil memukau di Festival Melinting 2026 yang digelar di kawasan Wisata Embung Tirta, Desa Nibung, Kecamatan Gunung Pelindung, Senin (24/8/2026).
Festival ini bukan sekadar pesta rakyat. Ia menjadi ruang untuk merawat akar, menghidupkan adat, dan mengangkat budaya Keratuan Melinting ke panggung yang lebih luas.
Hadir dalam pembukaan, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Dapil Lampung II Chusnunia Chalim, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, Ratu Keratuan Melinting Sultan Ratu Idil Muhamad Tihang Igama IV Rizal Ismail, jajaran Forkopimda, tokoh adat, hingga masyarakat dari berbagai desa.
Ratu Melinting Rizal Ismail menegaskan bahwa festival ini lahir dari semangat gotong royong.
“Yang pertama untuk pelestarian adat. Yang kedua untuk menjaga kekompakan dan persatuan. Kalau hanya mengumpulkan dana sendiri itu biasa. Ini kita bersama-sama,” ujarnya.
Ia menceritakan, Tari Melinting awalnya adalah tarian syukur muda-mudi sebelum menikah. Seiring waktu, tarian ini berkembang menjadi tarian penyambutan tamu agung Keratuan Melinting. Bahkan pernah ditampilkan di pembukaan MTQ Nasional 1977 di hadapan Presiden Soeharto.
“Pada 2014, Tari Melinting telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia,” tambah Rizal.
Selain tarian massal, festival ini juga mengenalkan kembali tradisi Guel Pengetahan dan berbagai adat masyarakat Melinting lainnya.

Wagub Jihan Nurlela mengapresiasi Pemkab Lamtim dan Keratuan Melinting.
“Melinting Fest adalah wadah merawat tradisi, menumbuhkan kebanggaan identitas, memperkuat silaturahmi, sekaligus memperkenalkan potensi budaya Lampung. Kebudayaan tidak akan lestari jika hanya disimpan. Ia harus diciptakan, ditampilkan, dan diwariskan,” kata Jihan.
Ia berharap festival ini bisa masuk kalender event nasional secara rutin.
Dorongan yang sama datang dari Nunik Chusnunia. “Saya akan kawal khusus agar Festival Melinting masuk Kharisma Event Nusantara. Kita tempatkan adat dan budaya Lampung pada posisi tinggi dan mulia. Selama hayat masih dikandung badan, kita bersama melestarikan budaya,” tegas Wakil Ketua Komisi VII DPR RI itu.
Bupati Ela Siti Nuryamah menyebut budaya adalah fondasi masa depan dan penggerak ekonomi kreatif. “Pemkab Lamtim berkomitmen menguatkan desa-desa budaya. Pelestarian budaya menjaga jati diri, sekaligus membuka peluang pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujar Ela.
Dengan 1.000 penari muda di atas panggung, Festival Melinting 2026 membuktikan estafet budaya Lampung tidak putus. Dari Embung Tirta, semangat Melinting kini bersiap menari di panggung nasional. (*)