Bupati Ela Perjuangkan Warga Penyangga TNWK, Konflik Gajah Ditargetkan Nol 2026

| 𝕿𝖊𝖗𝖎𝖒𝖆𝖐𝖆𝖘𝖎𝖍 𝕵𝖆𝖉𝖎 𝕻𝖊𝖒𝖇𝖆𝖈𝖆 𝕾𝖊𝖙𝖎𝖆.

Klik Gambar

Lampung Timur-Halopaginews.com- Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menegaskan komitmennya memperjuangkan nasib masyarakat desa penyangga Taman Nasional Way Kambas (TNWK) yang selama ini terdampak konflik gajah liar.

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan silaturahmi Idul Fitri di Pusat Latihan Gajah (PLG), Kamis (26/3/2026), yang turut dihadiri Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni dan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah memperkenalkan langsung masyarakat yang selama ini harus berjaga di lahan pertanian mereka demi menghindari serangan gajah liar. “Ini adalah masyarakat kami yang setiap hari harus menjaga tanamannya agar tidak dimakan gajah liar,” ujar Ela.

Ia menyebut terdapat 23 desa penyangga yang berpotensi terdampak konflik. Menurutnya, kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut tanpa solusi konkret.

Baca Juga :  Turut Berduka Cita Berbelasungkawa, Danramil Beserta Anggota Takziah Ke Rumah Duka

“Ada 23 desa yang berpotensi terdampak. Dengan pembangunan pagar atau tanggul di perbatasan hutan, kami berharap konflik bisa ditekan, satwa tetap lestari dan masyarakat sejahtera,” katanya.

Ela juga menegaskan, sekitar 1 juta warga tinggal di sekitar kawasan TNWK dan sangat bergantung pada kebijakan pemerintah dalam penanganan konflik tersebut.

“Sebagai bupati, saya harus bekerja keras memperjuangkan kesejahteraan mereka melalui program pembangunan di kawasan Way Kambas,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan pemerintah menargetkan konflik gajah di Way Kambas dapat ditekan hingga nol pada 2026.

“Target kita, pada 2026 konflik gajah dengan petani bisa ditekan hingga nol,” ujar Raja Juli.

Baca Juga :  Wabup Azwar Hadi Ucapkan HUT Sekda di Peringatan Hari Ibu ke-97 Dan HUT DWP ke-26

Ia menambahkan, pemerintah akan melakukan terobosan baru melalui pembangunan pagar permanen serta pendekatan berbasis kesejahteraan masyarakat.

“Kalau menggunakan cara lama, tidak akan selesai. Karena itu kita lakukan terobosan baru,” tegasnya.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal juga menyampaikan bahwa pembangunan pagar sepanjang 130 kilometer telah disetujui pemerintah pusat dan ditargetkan rampung pada 2027.

“Masyarakat sudah puluhan tahun meminta pagar permanen. Ini adalah jawaban dari pemerintah,” ujarnya.

Selain pembangunan fisik, pemerintah juga menyiapkan program pemberdayaan masyarakat, seperti budidaya lebah dan pengembangan ekonomi berbasis konservasi.

“Gajah itu takut lebah. Ini bisa menjadi solusi alami sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” kata Raja Juli. (*)

Dilaporkan oleh : Redaksi Umum

Eksplorasi konten lain dari halo pagi news

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca