Bupati Way Kanan Hadiri Rapat Paripurna Penyampaian APBD TA 2021

0
91
Foto: Dokpim.

Way Kanan (HPN) – Bupati Raden Adipati Surya, menghadiri Rapat Paripurna DPRD dalam rangka penyampaian Raperda tentang APBD Kabupaten Way Kanan Tahun Anggaran 2021 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten setempat. Rabu (23/09/2020).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh, Ketua DPRD, Nikman Karim, para Wakil Ketua dan Anggota, Forkopimda, Ketua KPU, Kepala BNN, Kepala BPN, Kepala BPS, Kepala Lapas,Kabupaten Way Kanan, Sekda, Para Staf Ahli, Para Asisten, Sekwan, Inspektur, Kepala Badan, Kepala Dinas, Kepala Kantor, Kepala Bagian dan Camat di lingkup Pemerintah Kabupaten Way Kanan.

Dalam Rapat Paripurna tersebut, Bupati Adipati menyampaikan, atas nama Pemerintah Kabupaten Way Kanan mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tak terhingga kepada DPRD Kabupaten Way Kanan yang telah berkenan mengagendakan Rapat Paripurna ini, “Mudah-mudahan apa yang kita lakukan pada hari ini menjadi amal ibadah atas pengabdian kita kepada Kabupaten Way Kanan yang kita cintai.” ujar Adipati.

Lanjutnya, pada kesempatan yang baik ini, sejalan dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah, Pemerintah Daerah mempunyai kewajiban melaksanakan tahapan-tahapan dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, dimulai dari penyusunan KUA dan PPAS sampai dengan Pengesahan Raperda tentang RAPBD menjadi Perda APBD.

Sebagai gambaran berikut kami uraikan ringkasan APBD Tahun Anggaran 2021 yang meliputi :

1. Pendapatan.
Struktur Pendapatan dalam RAPBD Tahun Anggaran 2021 meliputi Pendapatan Asli Daerah, Pendapatan Transfer dan Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah. Secara total pendapatan RAPBD 2021 direncanakan sebesar Rp1.353 Milyar. Secara rinci kontribusi total pendapatan dalam RAPBD tahun 2021 berasal dari Pendapatan Asli Daerah, Pendapatan Transfer dan Lain-lain Pendapatan Daerah tang Sah.

Baca Juga :  Bupati Winarti Apresiasi 3 Usulan Raperda DPRD Tuba

Kontribusi yang berasal dari Pendapatan Asli Daerah direncanakan sebesar Rp62,8 Milyar yang diperoleh dari Pajak Daerah sebesar Rp20 Milyar, Retribusi Daerah sebesar Rp2,246 Milyar, hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah sebesar Rp4,6 Milyar dan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah sebesar Rp35,985 Milyar.
Pendapatan Transfer Tahun 2021 secara total direncanakan sebesar Rp1.237 Milyar yang terdiri dari Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat sebesar Rp1.152 Milyar dan Pendapatan Transfer Antar Daerah sebesar Rp85 Milyar.
Komponen lain yang ikut andil dalam membentuk kontribusi terhadap Pendapatan dalam RAPBD 2021 yaitu yang berasal dari Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah sebesar Rp53 Milyar yang bersumber dari Lain-lain Pendapatan sesuai dengan Ketentuan Peraturan Perundang-Undangan.

2. Belanja.
Struktur Belanja dalam RAPBD Tahun 2021 mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Permendagri Nomor 64 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyusunan APBD 2021.
Struktur belanja terbagi dalam empat yaitu belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga dan belanja transfer.
Secara umum pada RAPBD Tahun 2021 belanja daerah dialokasikan sebesar Rp1.293 Milyar. Alokasi ini terdiri dari Belanja Operasi sebesar Rp863 Milyar yang tersebar pada alokasi Belanja Pegawai sebesar Rp510,5 Milyar, Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp285 Milyar, Belanja Hibah sebesar Rp58 Milyar, Belanja Bantuan Sosial sebesar Rp5 Milyar dan Belanja Bunga sebesar Rp4,5 Milyar.
Alokasi untuk Belanja Modal sebesar Rp140 Milyar. Alokasi untuk Belanja Tidak Terduga sebesar Rp2 Milyar.
Sedangkan Belanja Transfer sebesar Rp288 Milyar yang terdiri dari Belanja Bagi Hasil sebesar Rp2,5 Milyar dan Belanja Bantuan Keuangan sebesar Rp285,5 Milyar.
Dengan demikian RAPBD tahun 2021 mengalami surplus sebesar Rp59,477 Milyar.

Baca Juga :  Raden Adipati Surya Bagikan Masker dan APD

3. Pembiayaan.
sebagaimana diuraikan di atas, surplus anggaran sebesar Rp59,477 Milyar akan digunakan untuk menutupi kekurangan pembiayaan. Hal ini sesuai dengan struktur pembiayaan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah meliputi penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan.
Dari sisi penerimaan pembiayaan dianggarkan sebesar Rp5 Milyar, yang bersumber dari perkiraan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Sebelumnya sebesar Rp5 Milyar.
Sedangkan dari sisi pengeluaran pembiayaan dianggarkan sebesar Rp64,477 Milyar, yang dialokasikan untuk Penyertaan Modal Investasi Pemerintah dan Pembayaran Pokok Utang.

Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Tahun Anggaran 2021 yang disusun secara nyata dengan memperhatikan analisa terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan yang berlaku saat ini. Oleh karena itu, RAPBD 2021 dengan rasional dan estimasi optimis dapat dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Way Kanan.
“Kami sangat menyadari dalam menyusun program dan kegiatan dalam Rancangan Perda tentang APBD tahun 2021 ini masih terdapat kekurangan, namun kami berharap kepada para pimpinan dan anggota dewan yang terhormat dapat memberikan masukan, saran dan kritik yang membangun sehingga tercipta hasil yang lebih baik.” kata Bupati.

Diakhir penyampaiannya, Bupati menyampaikan, permohonan maaf apabila terdapat hal-hal yang kurang berkenan dan berharap agar dalam pembahasan Raperda APBD Tahun Anggaran 2021 dapat diteliti, dibahas dan disepakati untuk menjadi peraturan Daerah. (Zainal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here