halopaginews.com

Kota Kaimana lebih dikenal dengan sebutan Kota Senja. Senja yang turun di kota ini menciptakan sebuah pemandangan eksotis yang indah. Masyarakat setempat pun mengambil waktu untuk menikmati senja, saat matahari akan terbenam. Warna-warni keindahan alam itu telah lama dikagumi orang, bahkan sebelum Indonesia merdeka.

 

Prajurit-prajurit kolonial itu melepaskan senjata, menyeruput kopi dan mengisap cerutu sambil menyaksikan senja yang perlahan-lahan menghilang. Pemandangan itu menggetarkan sekaligus mengagumkan hati kemanusiaan mereka.

Saat bertandang ke kota ini, pada 2019, Presiden Joko Widodo Dan Ibu Negara Iriana sungguh merasakan eksotika kota Kaimana. Hati presiden sangat terharu merasakan betapa Tuhan menganugerahkan alam yang indah kepada masyarakat Kaimana dan Indonesia pada umumnya.

Di tahun 1960, senja eksotik itu sudah diangkat dalam tembang lawas yang dilantunkan dengan suara merdu penyanyi Alfian, “Senja di Kaimana”. Surni Warkiman yang menciptakan lagu ini pada 1962 terinspirasi dari perjuangan Trikora merebut Irian Barat, saat itu. Kabupaten Kaimana memiliki masa depan yang menjanjikan.

Kabupaten Kaimana memiliki 676 pulau. Luas keseluruhan kawasan Kabupaten Kaimana ialah 36.000 km2. Luas daratan 18.500 km2 dan lautan seluas 17.500 km2.

Meski termasuk kawasan bahari, namun bentang alam Kabupaten Kaimana cukup beragam: kontur perbukitan, pegunungan, lembah sungai, dataran rendah, dan pesisir pantai. Pada wilayah pantai, sebagian daerah merupakan pesisir pada laut lepas Arafura, sebagian lainnya berada di wilayah teluk maupun tanjung. Adapun garis pantai daratan utamanya ialah sepanjang 1.776 km dan garis pantai kepulauan sekitarnya sepanjang 660.

Baca Juga :  Kapolri Pastikan Stok Solar Bersubsidi Terjamin Ketersediaan dan Mengawal Penyaluran ke Masyarakat

Saat ini Kabupaten Kaimana dipimpin Bupati Freddy Thie. Freddy lahir di Kaimana, 21 Januari 1970. Di masa kecilnya, ia ingat pengalaman membantu orangtuanya berdagang di pinggir pasar. “Saat itu saya suka memakai celana pendek dan rajin membantu orangtua. Ia menamatkan pendidikan dasar pada Sekolah YPPK Kaimana, melanjutkan SMP di Manokwari dan menyelesaikan SMA Negeri di Malang, Jawa Timur.

Keinginannya untuk terjun ke politik didasarkan pada kehendak untuk membantu orang lain. Walau maksudnya mulia, namun tak semua keluarganya saat itu bisa menerima niat itu. Freedy jujur mengatakan, istrinya semula agak menolak dirinya masuk politik. Mungkin juga anggota keluarganya yang lain, seperti itu: menolak, karena belum seluruhnya memahami politik. Dari membantu orangtua, kini Freddy Thie bertekad membantu sesama. Dia punya hati untuk rakyat. Apalagi saat itu masyarakat butuh pemimpin yang peduli nasib mereka.

Karier politiknya diawali dengan menjadi Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Kaimana, pada 2007. Sejak 2010 ia menjadi anggota Gapensi, anggota Kadin (2011), Direktur PT Senja Grup dan CEO PT Senja Grup sejak 2000 sampai sekarang. Di organisasi keagamaan, Freddy menjadi anggota Dewan Paroki Kaimana pada 2009.

Masyarakat Kaimana mengenalnya sebagai pengusaha yang sukses. Pada pilkada 9 Desember 2020 Freddy terpilih sebagai Bupati Kaimana, berpasangan dengan wakilnya Hasbullah Furuada. Pasangan ini kompak. Di mata Bupati Freddy, persatuan dan kebersamaan masyarakat itu menjadi nilai paling penting. Ia komitmen dengan misinya. Ia memberi pinjaman modal kepada kaum ibu untuk mengelola kios, membuka pintu lebar-lebar bagi pengembangan pariwisata di Kota Senja itu.

Baca Juga :  SUATU SENJA BERSAMA BUPATI FREDDY THIE DARI KAIMANA

Kabupaten Kaimana memiliki seabrek destinasi wisata yang menjadi magnet menarik wisatawan. Baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan dalam negeri. Kota tua Kaimana sejak dulu kala sudah dikenal panorama alamnya. Wisata bahari yang dimiliki Kaimana memiliki spot untuk diving, snorkling karena pemandangan dasar laut yang indah. Tetapi juga ada wisata hutan yang amat menarik.

Selain itu, terdapat situs peninggalan sejarah seperti Kerayaan Namatota, Benteng Frost Du Bus (1828), Danau Kamaka, Kolam Sisir, Wisata Alam KM 14, Pulau Venue, Teluk Triton dan Pantai Ermun. Itu beberapa obyek yang bisa disebut, di antara obyek-obyek lain yang terhampar di Kabupaten Kaimana.

Potensi pariwisata inilah yang menjadi fokus Bupati Freddy untuk dikembangkan, selain perikanan laut. Freddy yang baru saja dilantik sebagai Bendahara Umum ASPEKSINDO (Asosiasi Pemerintaan Daerah dan Pesisi Seluruh Indonesia) di Jakarta, pada 22 Februari 2022, berharap pada dukungan regulasi yang baik agar pemerintahan kabupaten Kaimana dan kabupaten/kota di Papua dan Papua Barat dapat berjalan lencar dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.

Freddy optimis. Kerja-kerja optimal telah membuktikan bahwa sinergitas antara pemerintah, pengusaha dan masyarakat dapat berkontribusi mengangkat harkat dan derajat masyarakat di Kabupaten Kaimana.

Tak salah bila Presiden Joko Widodo menulis kembali lirik lagu “Senja di Kaimana” di tweeternya: “Kan Kuingat Slalu/Kan Kukenang Slalu/Senja Indah/ Senja di Kaimana”. Bupati Freddy berekad membangun Kaimana semakin indah lagi.

(Luckysun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here