Lampung Barat-(HPN)- Program PTSL, Pekon Kota Besi, Kecamatan Batu Brak, Kabupaten Lampung Barat (Lambar), Diduga pungli. Senin, (19/9).

Menurut masyarakat setempat yang minta identitasnya untuk dianonimitaskan berinisial, YD mengatakan, bahwa program PTSL yang di kelola oleh Pokmas kota besi tidak sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

” Gimana tidak hal tersebut terlihat dari cara pembentukan Pokmas yang dinilai tidak jelas, Ketua rangkap bendahara dan sekretaris tidak jelas. Selain itu juga, ada dugaan Pungli yang tidak sesuai dengan peraturan 3 mentri yakni hanya diperbolehkan mengambil dana dari masyarakat sebesar Rp. 200 ribu,” Ungkapnya, kepada halopaginews.com, di kediamannya.

Masih menurut dia, kendati Rp. 200 ribu yang diperbolehkan oleh menteri tapi tidak di indahkan oleh Pokmas kota besi yang diduga melakukan Pungli hingga Rp. 400 ribu sehingga, total pungutan hingga capai Rp.600 ribu bersertifikat, dan jika di totalkan hingga ratusan juta rupiah.

Baca Juga :  Program Pangan Mandiri, Dukung Marmin Petani Sayuran Kentang

” Saya berharap kepada, Bapak Bupati Lambar agar kiranya bisa mengusut khususnya untuk aparat penegak hukum, untuk dapat kross cek kelapangan guna mengetahui kebenarannya. Sehingga kedepan tidak ada lagi dugaan dugaan Pungli di kabupaten beguai jejama sai betik tercinta, “Pungkasnya.

Ditempat terpisah Ketua Pokmas, Yusrin Sarif saat dikonfirmasi membenarkan bahwa dirinya yang mengelola pengajuan program PTSL tersebut, adapun banyak buku sertifikat yang dikelola sebanyak 550 buku sertifikat.

” Sudah jadi semua tapi ada yang dikembalikan karena kurang lebih 113 buku, ada yang salah seperti luas ukuran tanah pada sertifikat. Kalau untuk jasa 600 ribu semua, tapi ada yang belum bayar sama sekali. Dp 300, semua sertifikat yang belum kita hitung semua bukunya, ” Akunya.

Baca Juga :  Pekon Trimulyo!! Berikan Bantuan Sosial Sebanyak 192 Keluarga,Dampak Covid-19

Diterangkannya, untuk mekanisme pembayarannya pengajuan berkas DP, sisanya setelah selesai. Adapun pembentukan Pokmas tersebut berdasarkan hasil musyawarah dan dituangkan melalui berita acara yang di hadiri oleh tokoh masyarakat dan lainnya.

” Saya tidak ada berita acaranya, tapi nanti saya kirim via WhatsApp aja ya, ” Tandasnya.

Sementara, peratin kota besi, Gunawan saat konfirmasi mengatakan, bahwa dirinya hanya mengetahui saja. Dan saya tidak tahu menahu terkait dengan program PTSL tersebut, dan saya hanya melayani Masyarakat yang membuat surat menyuratnya saja.

” Jika ada temuan silahkan di tindak aja karna saya tidak tahu menahu, “Pungkasnya, menutup telpon selulernya. (bg’one)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here