Rajut Silaturahmi, Babinsa Koramil Labuhan Maringgai Hadiri HUT Desa Karya Tani

| π•Ώπ–Šπ–—π–Žπ–’π–†π–π–†π–˜π–Žπ– π•΅π–†π–‰π–Ž π•»π–Šπ–’π–‡π–†π–ˆπ–† π•Ύπ–Šπ–™π–Žπ–†.

Klik Gambar

LAMPUNG TIMUR-(HPN)- Wakili Danramil, 3 Personil Koramil 429-10/Labuhan Maringgai Kodim 0429/Lamtim menghadiri peringatan HUT Desa Karya Tani, Kecamatan Labuhan Maringgai, Selasa malam (21/2/2023).

Peringatan hari jadi Desa Karya Tani ke-47 di meriahkan pagelaran wayang kulit dengan dalang Ki Joko Edan (Way Jepara) mengambil lakon Wahyu Mangkutoromo.

Selain Babinsa, turut hadir perwakilan dari jajaran Forkopimcam, Kades Se-Kecamatan Labuhan Maringgai, Toga, Tomas dan warga masyarakat Desa Karya Tani.

Kades Karya Tani Nuryadi dalam sambutanya menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah hadir dalam rangka ruwatan/ bersih desa.

Baca Juga :  Babinsa Koramil Way Jepara Monitoring Pemberian Bantuan Disabilitas Dari Kemensos

“Peringatan ini hendaknya menjadi momentum untuk menjadikan desa Karya Tani lebih baik serta untuk meningkatkan semangat kebersamaan dan silaturahmi guna menjaga ketertiban dan keamanan dalam bermasyarakat.

“Desa yang kuat adalah Desa yang masyarakatnya bisa bekerja sama dan mau membantu serta berpartisipasi aktif dalam membangun desa sehingga selalu terjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban di dalam pemerintahan desa tersebut”, tutupnya.

Sementara pada kesempatan tersebut Serka Purwanto menyampaikan uacapan selamat hari jadi Desa Karya Tani ke-47 semoga kedepan semakin aman, tentram serta masyarakatnya sejahtera.

Baca Juga :  Babinsa Koramil 429-10/Lbm Hadiri Upacara Hari Pramuka ke-62

“Diharapkan dengan bertambahnya usia Desa Karya Tani akan lebih mampu menjadi Desa yang lebih mandiri dan bisa mensejahterakan masyarakat dan diharapkan kedepannya lebih mampu bersinergi untuk menjaga keamanan, agar terciptanya situasi yang aman, tertib serta kondusif sehingga masyarakat bisa merasakan dampak tersebut,” ucapnya.

Terkait hiburan wayang kulit sendiri pihaknya sangat mengapresiasi, ditengah modernisasi zaman pagelaran kesenian tradisional sebagai wujud pelestarian budaya bangsa.

“Kearifan budaya lokal sudah selayaknya kita jaga sebagai warisan budaya bangsa agar tetap lestari”, pungkasnya. (Rilis/Eko)

Dilaporkan oleh : Redaksi Umum