Semarak Memperingati HUT TNI ke-78, Kodim 0411/KM Gelar Pagelaran Wayang Kulit

| π•Ώπ–Šπ–—π–Žπ–’π–†π–π–†π–˜π–Žπ– π•΅π–†π–‰π–Ž π•»π–Šπ–’π–‡π–†π–ˆπ–† π•Ύπ–Šπ–™π–Žπ–†.

Klik Gambar

Kota Metro-(HPN)- Kodim 0411/KM menggelar Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka memperingati HUT TNI ke-78 bertempat di Lapangan Apel Makodim 0411/KM Jalan Veteran No. 53 Bd. 22 Kelurahan Hadimulyo Barat Kota Metro. Jumat malam (06/10/2023)

Dengan mengusung kisah berjudul Bimo Krido yang dibawakan oleh Dalang Ki Kasim Amat Kisman, pagelaran wayang kulit ini selaras dengan tema HUT TNI ke 78 yakni TNI Patriot NKRI : Pengawal Demokrasi untuk Indonesia Maju.

Seyogyanya Pagelaran Wayang Kulit dalam memeriahkan HUT TNI ke 78 ini dilakukan secara langsung dan virtual di 78 titik (75 titik berlokasi di Indonesia dan 3 lokasi di luar negeri yaitu Amerika, Malaysia dan Suriname) dengan berpusat di Plaza Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur yang dipimpin oleh Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono. Sebagai informasi kegiatan ini juga merupakan sebagai pemecahan rekor MURI.

Tampak hadir dalam pagelaran tersebut Dandim 0411/KM Letkol Arh Rendra Febrandari Suparman, S.I.P. beserta Ketua Persit KCK Cababang XXXI Ny. Rifka Rendra, Bupati Lamteng diwakili Staf Ahli Bupati, Ir Zulkifli, Walikota Metro diwakili Asiaten III Misnan, S.Sos., Kapolres Metro AKBP Heri Sulistyo Nugroho,S.IK., M.IK., Kapolres Lamteng AKBP Andik Purnomo Sigit,S.H., S.I.K., M.M, Ketua DPRD Lamteng Sumarsono, Ketua DPRD Kota Metro diwakili Waka 1 Basuki,S.Pd., Kajari Kota Metro diwakili Jaksa Nico, Kaban Kesbangpol Metro Dra. Rosita,MM., Dirut RSUD Ahmad Yani Kota Metro dr. Hartawan , Mantan Wakil Ketua MK Bidang Non Yudisial Suwardi, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Lampung, KH. Ir. Abdul Hakim,MM., Ketua Umum Paguyuban Masyarakat Bersatu (Pambers) Dimyati, Ketua Ikatan Pemuda Lampung Indonesia (IPLI) Metro Hermansyah TR, Ketua PSMTI Metro Handi Tjcahndrianto beserta Anggota, Ketua Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Kota Metro Eko, Ka Paguyuban KPWKL Kelurahan Yosorejo Mikal Suyono, Camat Metro Pusat Yahya Rachmad, Kasdim Mayor Inf Wawan CG,SH., Pabung Mayor Agus W., para Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS Kodim 0411/KM, Kapolsek Metro Pusat AKP A. Pancarudin, pengurus Persit KCK Cab. XXXI, Tomas, Toda, Toga dan para tamu undangan serta warga masyarakat sekitar Kodim 0411/KM.

Baca Juga :  Walikota Bersama Disdikbud Metro, Gelar Adat Lampung, Cuwak Dan Awek Mengan

Para hadirin yang diperkirakan sekitar 750 orang tersebut menyaksikan sambutan secara Vicon oleh Panglima TNI Jenderal TNI Yudo Margono :

Pertama-tama marilah kita panjatkan bersyukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa Allah SWT karena atas limpahan rahmat dan karunianya pada malam hari yang cerah ini kita dapat bersama-sama hadir di plaza Mabes TNI tentunya dalam keadaan sehat walafiat tidak ada kata yang dapat saya sampaikan kecuali terima kasih bagi para seluruh jajaran TNI dan juga POLRI dan juga seluruh komponen Masyarakat yang telah mendukung TNI selama ini sehingga rangkaian kegiatan upacara maupun kegiatan hari ulang tahun TNI ke-78 yang kemarin dapat Alhamdulillah bisa kita laksanakan dengan baik aman dan lancar.

Foto, Istimewa
Foto, Istimewa

Ini semuanya tidak mungkin bisa terlaksana tanpa dukungan dari semua pihak baik dari prajurit TNI dan juga POLRI dan seluruh komponen masyarakat yang mendukung terlaksananya rangkaian kegiatan hari ulang tahun TNI ke-78.

Pada malam hari ini kita akan merayakan acara hiburan walaupun di dalamnya ada tuntunan maupun tontonan dan hiburan wayang pada malam hari ini kita laksanakan secara serentak di 78 wilayah dan ada juga yang di laksanakan di luar negeri ada tiga negara diantaranya : Amerika, Suriname, Malaysia, mudah-mudahan bisa memberikan hiburan Kepada seluruh masyarakat semuanya dan juga ini wujud kebersamaan TNI bersama rakyat.

Selain itu, hiburan wayang yang merupakan hiburan yang disukai masyarakat sehingga saya sengaja saya ambil hiburannya adalah saya pilih wayang karena lebih di sukai oleh masyarakat dan juga banyak pecinta-pecinta wayang di Indonesia ini sehingga kami gelar acara wayang di seluruh Indonesia.

Mudah-mudahan acara wayang ini dapat memberikan hiburan dan juga bisa menyatukan antara TNI Polri juga seluruh masyarakat di Indonesia ini agar lebih mengenalkan tentang TNI pada seluruh masyarakat.

Baca Juga :  Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Metro, Melantik Pengurus Mabisaka, dan Pinsaka di Kodim 0411/KM

“Jadi kami tidak hanya melaksanakan tugas pokok yang diemban Namun kami juga bisa bermasyarakat bisa bersama-sama menghibur masyarakat dengan hiburan seperti wayang kulit yang kita gelar pada malam hari ini dan tentunya juga kita pilih lakon “Bimo Krido” yaitu tentang Satria Kesatria yang sedang bertugas untuk demi keamanan negara dan juga untuk membangun negara.

Tentunya, akan menjadi suri tauladan dari contoh kita semuanya bahwa bagaimana kita dalam kehidupan sehari-hari Bagaimana kita bisa menjaga kedaulatan negara ini bagaimana bisa menjaga keamanan maupun ketertiban masyarakat.

Dalam kisah cerita Bimo Krido ini tersimpan makna yakni mengisahkan tokoh wayang Bimo atau Bima, salah satu tokoh Pandawa yang mengamuk di Astinapura, Bima yang juga disebut Werkudoro itu mengamuk bersama saudaranya, Kresna yang berubah menjadi raksasa.

Bima dan Kresna mengamuk di Astinapura karena tidak mau menerima perdamaian yang akan dibuat oleh Batara Guru, Kedua ksatriya Pandawa itu menolak perdamaian dengan Kurawa atas perebutan Astinapura, yang dianggapnya justru akan menjadi penghalang. Selain itu, perdamaian tersebut juga dianggap akan mengurangi nilai perjuangan dan kedaulatan Pandawa Karena itu, Bima dan Kresna meminta bantuan Begawan Dewa Kasimpar yang merupakan jelmaan Semar. Namun, Bima yang terkenal punya kuku sakti Ponconoko dan Kresna tidak mampu melawan Batara Guru yang merupakan jelmaan Betari Durga, Seperti yang diketahui, konflik tersebut di kemudian hari berakhir dengan perang besar yang disebut Baratayudha.

Pesan moral dalam lakon Bimo Krido tersebut adalah keberanian Pandawa dalam memperjuangkan hak dan kedaulatan negara. Bahwa, kemerdekaan dan kedaulatan merupakan hasil perjuangan. Bukan hasil perdamaian yang membuat kemerdekaan menjadi tidak utuh.

Kodim 0411/KM selain menggelar pagelaran wayang kulit juga menyiapkan 45 door prize untuk diberikan kepada para peserta yang menonton di Lapangan Apel Makodim tersebut. (Red)

Dilaporkan oleh : Redaksi Umum