Kapolri Hadiri Apel Srawung Agung di DIY: Sinergi dengan Warga Jaga Keteraturan Sosial

| ๐•ฟ๐–Š๐–—๐–Ž๐–’๐–†๐–๐–†๐–˜๐–Ž๐– ๐•ต๐–†๐–‰๐–Ž ๐•ป๐–Š๐–’๐–‡๐–†๐–ˆ๐–† ๐•พ๐–Š๐–™๐–Ž๐–†.

Klik Gambar

Jakarta-Halopaginews.com- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri ‘Apel Srawung Agung Kelompok Jaga Warga untuk Jogja Damai. Kegiatan yang dipimpin oleh Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, bertujuan untuk komitmen bersama menjaga keamanan dan memenuhi masyarakat (kamtibmas) agar damai dan kondusif.

Kegiatan apel yang diselenggarakan di Mapolda DIY tersebut diikuti sebanyak 3.500 orang. Rinciannya, 1.000 di Polda dan 2.500 di lima jajaran Polres.

Dalam amanatnya, Sultan menyambut baik dukungan 10.000 rompi Jaga Warga dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Menurutnya, baju itu adalah simbol keteduhan. Bahwa garda keamanan hadir, untuk โ€œngayomi lan ngemongโ€, bukan menakut-nakuti.

Baca Juga :  KAPOLSEK CILINCING BENTUK SATGAS ANTI TAWURAN DALAM RANGKA ANTISIPASI TAWURAN DI WILAYAH TUGASNYA

Menjelang Natal dan Tahun Baru, saya titipkan harapan, agar Jaga Warga terus menjadi pagar budaya yang menjaga keharmonisan; menjadi sahabat masyarakat; dan mitra Polri, yang memperkuat keteduhan di tengah dinamika sosial, kata Sultan di Mapolda DIY, Jumat, 21 November 2025.

Sultan menyebut, dengan adanya sinergisitas dengan Polri dalam rangka menjaga kamtibmas, maka situasi Yogyakarta akan diyakini aman, damai dan tenteram.

โ€œAkhirnya, bila Polri bekerja dengan tata, titi, tatas, titis, dan Jaga Warga melangkah dengan tanggap, tangguh, tuntas, maka Yogyakarta akan selalu berada pada suasana titi tentrem, karta raharja, aman, tertib, makmur, dan sejahtera bagi seluruh warganya,โ€ ujarnya.

Baca Juga :  Agenda Study Banding, PWRI Metro Kunjungi DKIS Kota Cirebon Jawa Barat

Sementara itu, Sigit menyatakan bahwa, kegiatan ini adalah simbolisasi dari bersatunya keterlibatan masyarakat dalam mengikuti kegiatan pranata atau keteraturan sosial.

โ€œIni adalah warisan kebudayaan dan kearifan masyarakat lokal yang sudah ada sejak dulu. Ini terus ditumbuhkan dan dikembangkan,โ€ ucap Sigit. (*)

Dilaporkan oleh : Redaksi Umum