Way Kanan-(HPN)-Bupati Raden Adipati Surya,bersama Dirjend Bina Pemdes Kemendagri, Satria Gunawan beserta tim, Sekretaris Komisi III DPRD Way Kanan Bidang Pembangunan, Hamim Akbar, Kasdim Kodim/0427/Wk, Mayor Inf. Syahrul, Waka Polres Way Kanan, Kompol Evinater Siallagan, dan Sekretaris Daerah Kabupaten, Saipul, menghadiri Video Conference, Pemantauan Pemilihan Kepala Kampung, Serentak Gelombang III Tahun 2021, di GOR Kampung Umpu Bhakti, Kecamatan Blambangan Umpu, Kabupaten Way Kanan, Kamis (27/05/2021).

Pada vicon yang dihadiri oleh Direktur Jenderal PMD Kementerian Dalam Negeri, Yusnarto Huntoyungo, Bupati Adipati dalam laporannya menyampaikan bahwa, Pilkakam Gelombang III Tahhun 2021 ini merupakan Pilkakam yang ditunda pada Tahun 2020 karena Pandemi Covid-19 yang sedang melanda. Dalam menjalankan Pemerintahan di Kampung sebelum memiliki Kepala Kampung Definitif, Pemerintah Kabupaten Way Kanan menunjuk Penjabat Kepala Kampung dari PNS di lingkungan Pemkab Way Kanan.

“Terlaksananya Pilkakam hari ini tentunya tidak terlepas dari dukungan dari Bapak Dirjen PMK Kemendagri yang telah menerbitkan dan memberikan rekomandasi kepada Pemkab.Way Kanan untuk melaksanakan Pilkakam di masa Pandemi ini.Selain itu, tentunya bimbingan dari Pemerintah Provinsi Lampung, DPRD, Polres, Kodim 0427/WK, Kejari dan semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, yang selalu mendukung segala bentuk persiapan Pilkakam sehingga dapat terlaksananya pemungutan suara hari ini”, ujar Bupati Adipati, yang sebelumnya melakukan peninjauan pelaksanaan Pemungutan Suara di TPS 1 Kampung Umpu Bhakti.

Baca Juga :  Pengurus DPC PWRI Waykanan Dikukuhkan, Berikut Pesan Bupati

Pada Vicon yang juga dihadiri langsung oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Selan, Kepala Inspektorat Daerah Kabupaten, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung, Dinas Komunikasi dan Informatika, Camat Blambangan Umpu dan Umpu Semenguk itu, disampaikan bahwa terdapat beberapa perbedaan Pilkakam Tahun 2021 karena dilaksanakan di masa Pandemi dengan terbitnya Permendagri Nomor 72 Tahun 2020. Pemerintah Kabupaten pun segera melaksanakan perubahan Perbup. menyesuaikan dengan Permendagri tersebut, mulai dari setiap TPS maksimal hanya diperbolehkan 500 DPT/Pemilihan menyiapkan Prokes pada tiap TPS, pelaksanaan pemungutan suara sampai Pukul 12.00 WIB.

“Perlu juga kami laporkan bahwa segala bentuk tahapan dari Pembentukan Panitia sampai dengan pemungutan suara hari ini dilaksanakan dengan menerapkan Prokes yang ketat. Khususnya sebelum pemungutan suara, Panitia Pilkakam dan KPPS telah dilaksanakan Rapid Test Antigen untuk memastikan pihak penyelenggara tidak terpapar Covid-19. Selain itu, kami juga telah membuat Surat Edaran untuk menghimbau Calon Kakam terpilih tidak melakukan perayaan kemenangan secara berlebihan yang dapat menimbulkan kerumunan,” jelas Bupati Adipati.

Sebelumnya, Direktur Jenderal PMD Kementerian Dalam Negeri dalam arahannya meminta kepada Panitia Pilkakam untuk menerapkan Prokes secara ketat, menghimbau para pemilih yang telah menggunakan hak suaranya untuk pulang dan tidak menunggu proses perhitungan suara agar tidak menimbulkan kerumunan. Proses perhitungan suara hanya boleh disaksikan oleh Calon Kakam, saksi serta pihak-pihak terkait. Selain itu, berharap dengan penerapan Prokes ketat tidak menimbulkan klaster baru penyebaran atau penularan Covid-19.

Baca Juga :  Rapat Paripurna DPRD Lamtim Bahas LPPA Anggaran TA 2020

Sementara itu, Waka Polres dalam laporannya menyampaikan bahwa Polres Way Kanan, telah menerjunkan 599 Personil untuk pengamanan prosesi Pilkakam di Kabupeten Way Kanan,sampai dengan selesai serta selalu melakukan Patroli cipta keamanan,untuk menjaga situasi Pilkakam yang aman dan kondusif.

Diketahui pada Pilkakam Serentak Gelombang III, dilaksanakan di 85 Kampung pada 15 Kecamatan se-Kabupaten Way Kanan,dengan 284 Calon Kepala Kampung yang terdiri dari 261 orang Laki-laki dan 23 orang Perempuan. Pilkakam Gelombang III ini juga menjadi percontohan untuk Pilkakam yang diselenggarakan di tengah Pandemi   Covid-19.

Dihari sebelum pelaksanaan Pemungutan Suara, Tim dari Kemendagri telah turun lapangan untuk melihat secara langsung kesiapan dari Panitia Kabupaten, Kelurahan/Kampung sampai dengan masyarakat yang akan memilih dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan secara ketat. (Zainal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here