Foto, Suami dan anaknya (Almarhum) Nurningsih
Foto, Suami dan anaknya (Almarhum) Nurningsih

Lampung Timur-(HPN)- Tenaga Kerja Wanita Nurningsih, Dusun 06 RT 27, Desa Tanjung Inten, Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur, Meninggal Dunia di Negeri Cina di Taiwan Changhua City, hingga sampai saat ini belum kembali ke Indonesia.

Nurningsih sudah 12 tahun kerja Negeri Cina di Taiwan, dengan dua kali kontrak kerja, Wanita berusia (48) tahun, itu meninggalkan suaminya, Sunarno (50) dua anak laki-laki bernama Riki dan Aldi, masing-masing berusia 25 dan 24 tahun.

Saat dikonfirmasi awak media halopaginews.com dikediaman (alam) nurningsih, bertemu dengan Sunarno beserta kedua anaknya, Kamis Sore (08/07/2021) Riki anaknya “mengatakan bahwa ibu nya sudah lama bekerja di Taiwan sudah 12 tahun putus kontrak kerja nambah lagi, awalnya saya di telepon ibu saya ia mengatakan kepada saya, dikarena salah satu majikannya yang di rawat itu, terpapar positif covid-19, akhirnya sekeluarga dari majikan di tes rapit tes Swab antigen, pada hari Rabu (09/06/2021) karena posisi badan ibu saya tidak fit melemah akhirnya dinyatakan positif tapi tingkat penyebaran virus tersebut sangatlah rendah,” Ujarnya Riki anaknya nurningsih waktu komunikasi awal Melalui via WhatsApp (alm)

Pasalnya nurningsih hanya gejala covid-19, terus dikarantina Isolasi Mandiri di salah hotel di Taiwan,bukan di pemerintahan negeri cina Taiwan dan bukan dikedutaan Indonesia,” kata nurningsih melalui via WhatsApp anaknya Riki. Pada hari Jum’at (11/06/2021).

Baca Juga :  Bupati Lamtim Serahkan SK Naik Pangkat 475 PNS

Terakhir komunikasi nurningsih memberikan kabar informasi bahwa pada tanggal 05 Juli 2021 akan pulang ke Indonesia, karena sudah habis masa kontrak kerjanya ,” terangnya nurningsih kepada anaknya riki melalui Via WhatsApp (29/06/2021)

“Saya pihak keluarga mendapatkan informasi dari pihak sponsor, bahwa hotel yang ditempati ibu saya isolasi mandiri itu terbakar jadi ibu saya meninggal ada didalam kamar hotel itu dikarenakan terkepung asap,”Jelasnya Riki.

Harapannya saya sebagai suaminya (alm) nurningsih, saya memohon ,meminta kepada Pihak Pemerintahan Indonesia dan Negeri Cina Taiwan agar memulangkan jasat Jenazah istri saya kembali kerumah di Indonesia, Lampung Timur,” harapnya Sunarno.

Menurut keterangan seorang relawan pekerja migran di Taipei, Faisal mengatakan Nurningsih seharusnya sudah pulang ke Indonesia, Kabupaten Lampung Timur karena majikannya meninggal. Namun ia terkonfirmasi Covid-19 saat Swab, pada saat itu juga harus isolasi mandiri dari 11 Juni sd 29 Juni dan tahap kedua 29 Juni hingga 5 Juli 2021,” Terangnya Faisal kepada awak media melalui Via telepon seluler Taiwan Changhua City ke Indonesia, Kamis (08/07/2021).

Baca Juga :  Bupati Lampung Timur Instruksikan Seluruh Camat Agar Evaluasi Daerahnya

Namun Peraturan di Taiwan mengharuskan warga yang meninggal terkait pandemi Covid-19 dibakar. Sehingganya Faisal menyebut Kantor Dagang Indonesia di negeri tersebut berusaha keras memulangkannya ke tanah air Indonesia sepanjang keluarga menyepakati risikonya,” jelasnya.

Tenaga Kerja Wanita Asal Lampung Timur, Nurningsih berusia (48) tahun itu meninggal dikepung asap saat Hotel Passion Fruit, yang dikenal sebagai tempat karantina Covid-19 di Changhua City terbakar pukul 07.40 pagi, Kamis 1 Juli 2021.

Setidaknya 4 orang meninggal saat itu, termasuk Nurningsih, Warga Dusun 06, RT.27 Desa Tanjung Intan Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur. Ia adalah satu nya dari 29 orang yang dikarantina di hotel tersebut, tetapi sudah dinyatakan sehat pada 29 Juni 2021.

Tempat yang sama dikediaman (alm) Edi adalah keponakan Almarhum, mengatakan keluarga sudah mengirimkan persyaratan administrasi agar jenazah bibinya dikirim ke Tanah Air. Bersama suami dan dua anaknya, mereka mengharapkan lembaga terkait menyegarakannya, karena sudah meninggal 8 hari,” paparnya Edi.

Besar harapan sekeluarga besar Sunarno meminta pihak pemerintah Indonesia dan Negeri Cina Taiwan, agar jasat Jenazah (almarhum) nurningsih kembali kerumah di purbolinggo kabupaten Lampung Timur,” pintanya. (E.W)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here