Foto, Pengarahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo kepada seluruh Kepala Daerah dalam rangka menghadapi lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia yang diikuti oleh Forkopimda Lamtim
Foto, Pengarahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo kepada seluruh Kepala Daerah dalam rangka menghadapi lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia yang diikuti oleh Forkopimda Lamtim

Lampung Timur-(HPN)- Pengarahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo kepada seluruh Kepala Daerah dalam rangka menghadapi lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia yang diikuti oleh Forkopimda Lamtim bertempat di Aula Utama Kantor Bupati Lampung Timur, Senin (07/02/2022).

Hadir dalam kegiatan, Dandim 0429/Lamtim Letkol Czi. Indra Puji Triwanto, S.H, Kapolres Lamtim AKBP. Zaky Alkazar Nasution, S.H., S.I.K., M.H, Sekdakab Lamtim Moch Jusuf, Wakapolres Lamtim Kompol Hety Fatmawati, Kabag Ops Kompol Heru Sulistiyananto, Asisten 3 Setdakab Lamtim Junaidi dan perwakilan Kejari Lamtim.

Foto, Presiden RI Joko Widodo
Foto, Presiden RI Joko Widodo

Dalam arahanya Presiden RI Joko Widodo menyampaikan pandemi belum sepenuhnya berakhir, meskipun di Tahun 2020-2021 kita bisa melewati gelombang demi gelombang termasuk gelombang yang terakhir gelombang varian Delta, tetapi memasuki Tahun 2022, Negara Indonesia menghadapi tantangan varian omicron yang penularannya lebih cepat yakni 4 kali lebih cepat dari varian Delta.

“Kalau kita melihat trend kasus omicron dunia yakni Amerika, Inggris, Francis, kasus barunya masih sangat tinggi sekali untuk omicron. Tetapi untuk tingkat rawatnya masih dibawah varian Delta.

Baca Juga :  Zaiful Bokhari Hadiri Pengajian Triwulan Keluarga Besar NU

“Saya kira belajar dari Negara-Negara lain, kita ingin menangani varian omicron di Negara kita bisa dengan manajemen yang lebih baik dari saat kita menghadapi varian Delta di Tahun 2020 maupun 2021”, tutur Presiden.

Joko Widodo mengatakan, jika dilihat trend kasus omicron di Negara Indonesia, sampai saat ini 93% kasus omicron ada di Jawa dan Bali.Kita patut bersyukur tingkat rawatnya masih rendah. Penggunaan ICU Alhamdulilah juga masih rendah”, jelas Jokowi.

“Semua harus siap, manajemen detail harus disiapkan, jangan sampai omicronnya datang, rumah sakit belum siap, oksigen belum disiapkan, obat-obatan belum disiapkan, ISO Tank belum disiapkan, saya kira yang belum agar segera menyiapkan diri menghadapi gelombang Omicron yang akan masuk”, imbuhnya.

Perlu diketahui juga, untuk karakter pasien yang dirawat di Rumah Sakil untuk secara Nasional, 66% bergejala ringan dan tanpa gejala, 93% tanpa komorbid dan 7% dengan komorbid.

Baca Juga :  HUT Satpam ke-41, Kapolri: Satpam Merupakan Profesi Yang Mulia dan Bagian dari Mitra Polri

“Oleh sebab itu, manajemen ini harus kita siapkan tidak semuanya masuk Rumah Sakit seperti yang ringan sama yang tanpa gejala termasuk untuk isoman dan Rumah Sakit hanya diperuntukan yang sedang sama yang berat dan kritis”, tambahnya.

Sementara itu, karakter pasien yang meninggal pada kasus omicron, yakni 69% belum vaksin lengkap artinya vaksin menjadi kunci bagi penanganan varian omicron untuk menekan angka kematian.

“Bagi Kota/Kabupaten yang masih dibawah 70%. Saya minta Panglima TNI, Kapolri, Kabin, BKKBN dan seluruh jajarannya Pangdam, kapolda, Kapolres, Dandim, Danrem, semuanya melihat angka-angka ini agar dipercepat vaksinasinya utamanya untuk lansia. Yang diluar Jawa-Bali juga agar dilihat terutama untuk dosis 2 dan dosis 2 untuk lansia agar dipercepat”, ungkap Jokowi.

Terakhir disampaikan Presiden agar Gubernur, Bupati/ Wali Kota se-Indonesia mempercepat vaksinasi serta agar Satgas Covid-19 kembali menekankan pentingnya protokol kesehatan utamanya masker. (Eko)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here