Oknum Kepsek SDN 2 Tanjung Raya Diduga Melecehkan Profesi Wartawan

Foto, Oknum Kepsek SDN 2 Tanjung Raya Diduga Melecehkan Profesi Wartawan

| π•Ώπ–Šπ–—π–Žπ–’π–†π–π–†π–˜π–Žπ– π•΅π–†π–‰π–Ž π•»π–Šπ–’π–‡π–†π–ˆπ–† π•Ύπ–Šπ–™π–Žπ–†.

Klik Gambar

Lampung Barat-(HPN)- Profesi Wartawan, Media dan Jurnalis diduga dilecehkan oleh Oknum kepala sekolah SDN2 tanjung raya talang delapan, kecamatan Sukau, kabupaten Lampung barat (Lambar). Selasa, (2/8/22).

Menurut, Wartawan Online INFOWOW. COM, Eko kumolowongso mengatakan Hal tersebut terjadi di halaman sekolah SDN3 bandar baru, kecamatan sukau kabupaten setempat.

Saat dirinya sedang berkunjung bersama dua rekannya yang menyayat hati insan pers perkataan sang kepala sekolah menurut dia sangat melecehkan Profesi wartawan pada umumnya.

” Saya tidak suka dengan gaya arogan seperti itu, masa profesi wartawan disamain dengan tai terlebih lagi dia merupakan Kepala sekolah di SDN talang delapan yang kompetensi nya sudah sangat memumpuni. Dan sangat disayangkan sekali, “Ungkapnya, kepada infowaw.com dengan nada sedih.

Masih menurut dia, seharusnya Kepsek SDN talang delapan lebih bijak dan lebih santun dalam berbahasa dan berpikir terlebih dahulu sebelum menyampaikan sesuatu yang kiranya dapat membuat salah satu profesi yang merupakan pilar ke empat tersebut tersinggung atau merasa di lecehkan.

Baca Juga :  Hingga Saat Ini!! Tunjangan P3k Lambar Belum Dibayarkan

” Dia itukan berpendidikan, alangkah cerobohnya seumpama niatnya hanya untuk bercanda semata. Dan jika dia hanya membandingkan alangkah baiknya dengan perumpamaan yang lain, contoh ada kopi robusta, ada kopi luwak, ada kopi Torabika sama saja kopi jangan disamakan dengan tai. Asal dia tau profesi wartawan sangatlah mulia, sama halnya dengan profesi pendidik,” terangnya, jengkel.

Selain itu juga, Dia berharap agar kiranya pihak dinas bisa menegur atau membina dalam hal ini memberi wawasan kepada Kepsek SDN2 tersebut, supaya bisa lebih baik dan mengerti terkait dengan undang undang Pers nomer 40 tahun 1999.

” Biar pendidik di Lambar bisa lebih baik dan beretika terlebih lagi Kepala sekolah, yang notabennya merupakan seorang pendidik dan ASN. Kalau seperti ini, mau dibawa kemana pendidikan generasi milenial sedangkan Kepseknya aja tidak ngerti tata cara bicara yang baik, ” Pungkasnya.

Baca Juga :  IKA PMII Gelar Turnamen Bulu Tangkis peringati HUT Lampung Barat ke-30

Seperti di ketahui,kronologisnya Kepsek SDN2 tanjung raya, Mashudi Harso mengatakan Wartawan, Jurnalis, Media sama kayak bebol (Tai), terus di tanya oleh sang wartawan yang bener dulu bang, kenapa ko begitu. Di jawab kembali oleh sang Kepsek “Maksudnya wartawan, jurnalis dan media itu sama kayak, bebol, jejik dan tahi , ” Ungkapnya, dengan gaya melecehkan.

Jika kita artikan dalam bahasa Indonesia, Bebol berarti, (kotoran manusia yang bertekstur keras), Jejik artinya, (Kotoran manusia yang bertekstur sedang dan ukurannya kecil) dan Tahi artinya, (Kotoran manusia pada umumnya). (bg’one)

Dilaporkan oleh : Redaksi Umum