Aksi Nyata Danramil 03/Marga Tiga Setelah Dikukuhkan Jadi BAAS

| π•Ώπ–Šπ–—π–Žπ–’π–†π–π–†π–˜π–Žπ– π•΅π–†π–‰π–Ž π•»π–Šπ–’π–‡π–†π–ˆπ–† π•Ύπ–Šπ–™π–Žπ–†.

Klik Gambar

LAMPUNG TIMUR-(HPN)- Setelah di kukuhkan sebagai Bapak Asuh Anak Stunting, Danramil 429-03/Marga Tiga Lettu Kav. Aprizal melaksanakan aksi nyata dengan mberikan bantuan sembako kepada keluarga penderita stunting di wilayahnya.

Turut mendampingi Danramil, Ka UPTD Puskesmas dan petugas gizi Puskesmas, Babinsa dan perangkat desa setempat.

Adapun nama anak penderita stunting Azkan(2,5), Dusun 11 RT 25, Desa Negeri Katon, Kecamatan Margatiga, Kabupaten Lampung Timur.

Danramil Lettu Kav. Aprizal mengatakan bahwa pihaknya bersama-sama dengan pihak terkait melakukan aksi nyata di lapangan memberikan bantuan tambahan gizi kepada anak berpotensi stunting yang berada di wilayah Koramilnya.

Baca Juga :  Narapidana Lapas Kelas II B Lamtim Dapat Asimilasi

“Sesuai dengan Instruksi Bapak Kasad kami TNI dalam hal ini Koramil jajaran Kodim 0429/Lamtim siap membantu pemerintah dalam penanganan anak yang bergejala Stunting umumnya yang berada di wilayahnya Kabupaten Lampung Timur khususnya Kecamatan Marga Tiga”, ucap Danramil, Kamis (3/11/2022).

“Setelah beberapa waktu lalu para Danramil di kukuhkan oleh Dandim 0429/Lamtim sebagai Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS), kami selanjutnya melakukan aksi nyata di masing-masing wilayah”.

“Dengan adanya program dari Komando atas terkait dengan bapak Asuh Stunting yang telah dikukuhkan kita semua berharap bahwa kedepannya tidak ada lagi generasi penerus bangsa Indonesia terutama di wilayah Kabupaten Lampung Timur yang mengalami kurang gizi dan kekurangan makanan yang mengakibatkan Stunting”.

Baca Juga :  Dukung Percepat Perekonomian, Babinsa Way Jepara Bersama Warga Buka Akses Jalan Usaha Tani

“Saya juga mengajak kepada instansi seluruh elemen masyarakat yang mampu untuk turut serta memberikan bantuan kepada masyarakat penderita Stunting”, sambungnya.

“Karena Stunting bukan hanya mengganggu pertumbuhan fisiknya saja, melainkan juga terganggu perkembangan otaknya, yang mana tentu akan sangat mempengaruhi kemampuan dan prestasi di sekolah, produktivitas dan kreativitas di usia-usia produktif sehingga kualitas manusia Indonesia terancam kemampuan daya saing bangsa” tandas Danramil. (Rilis/Eko)

Dilaporkan oleh : Redaksi Umum